Tuesday, June 17, 2008

.Mac website is unavailable!



Jam 3 sore waktu Kuwait hari ini, akses ke .Mac website dibilang unavailable. MobileMe is on the way? Atau regular maintenance?
But it says "We are working hard to restore the normal service". Working hard? Kayaknya bukan regular maintenance.

Tapi gue masih bisa akses email via Mail.app.

UPDATE : sudah available kembali. Ngga ada yang berubah kecuali image ".Mac" sudah berubah menjadi MobileME :P

Sunday, June 15, 2008

Wired Cover Story : Apple



Saat edisi WIRED edisi April 2008 ini terbit, gue panik jumpalitan ngga karuan. Masalahnya majalah ini ngga tersedia di toko-toko majalah dan buku di Kuwait. Langsung SMS teman dan kerabat memohon untuk minta dibelikan di Jakarta. Ngga perlu dikirim ke Kuwait. Gue ngga butuh untuk (segera) baca artikelnya -- artikelnya bisa dibaca secara online -- yang penting edisi itu harus punya. Titik! Gue harus collect edisi itu! Titik (lagi)! Maklum, gue emang koleksi semua media cetak yang membahas Apple sebagai cover story. Dan kebetulan WIRED adalah wajib hukumnya bagi gue untuk dibaca.


Edisi 1997

Dan kebetulan lagi, gue punya WIRED edisi tahun 1997 yang mengulas tentang keterpurukan Apple. 11 tahun lalu, majalah ini menempatkan Apple sebagai cover story, membahas langkah-langkah penyelamatan agar Apple bisa tetap survive. Dari sekian langkah yang diusulkan banyak yang meleset seperti mengusulkan Apple agar menggunakan operating system Windows NT. Namun ada juga yang tepat sesuai usulan (atau tepatnya : ramalan) seperti Apple harus memiliki logo baru, pindah ke prosesor Intel dan membangun PDA-phone.

More to read in WIRED.com.

Sementara edisi April 2008 yang bertajuk ""How Apple Got Everything Right By Doing Everything Wrong" ini lebih mengedepankan gaya Apple dalam melakukan bisnisnya. Serta tentu saja mengupas gaya kepemimpinan Steve Jobs yang tidak sejalan dengan paradigma dan teori manajemen modern yang dianut perusahaan-perusahaan di negara maju. Guy Kawasaki --- mantan marketing Apple -- pun memaklumi ironi ini dengan mengatakan, "Steve Jobs proves that it's OK to be an ass hole"

More to read in WIRED.com.

Selalu menarik jika membaca ulasan-ulasan tentang Apple di media cetak. Apalagi jika jarak waktu publikasi ulasannya berbeda jauh seperti WIRED ini. Itulah sebabnya, gue hobi mengumpulkan artikel-artikel ini. Karena, it's the part of the history. Apple history.

Thanks to bos Rafael (digi2go.net) dan Eman yang memberi jalan bagi gue untuk memiliki WIRED edisi April ini.

Wednesday, June 11, 2008

Thank you, Apple for keeping @mac.com



MobileME baru saja diannounce oleh Steve Jobs kemarin saat WWDC 2008. It's a great news, terutama buat gue yang sudah 8 tahun bergantung dengan service .mac ini.

Hanya saja, saat rumor MobileME ini berhembus beberapa minggu sebelum WWDC 2008 sempat ada kekhawatiran akan hilangnya username@mac.com dan diganti dengan username@me.com. Ada 2 alasan gue khawatir.

Pertama. Seperti beberapa pengguna .mac lainnya, gue merasa username@mac.com adalah pride & status symbol. It's silly but it is - as silly as "me" username :P
Seperti komen yang gue reply dari tuaw.com :
It's a status symbol. It's association with Apple, and all things Apple. I don't want it to be @me.com.
...that I was associated with Apple. And when I tell people my email address some people go, "oh Apple has an email program!"

As a Mac fan myself, I agree with them.

Kedua. Lebih dari itu. Email address gue pinot@mac.com adalah 'corporate identity'. It's simple. Gampang diinget. Jika berhubungan dengan klien email address ini punya karakter tersendiri. Dan sudah kadung jadi identitas yang gue bina selama bertahun-tahun. Jika harus dirubah, mulai lagi dari awal untuk korespondensi. Cappeee ddeehhh...

Fortunately, Apple tetap mempertahankan domain username@mac.com dan memberi pilihan kepada pengguna .mac untuk merubahnya jika mau ke username@me.com. Phew!

Now, I cannot wait to upgrade to mobileME!

Btw.. logo mobileMe sendiri kok keliatan ngasal, ya? Kesannya ngga well-designed banget. Baca deh di tuaw.com tentang hal ini :P

Saturday, March 29, 2008

They Want Steve Wozniak To Come In Dubai



EmiratesMac, Apple User Group di Timur Tengah berencana mengundang Steve Wozniak ke Dubai dalam waktu dekat ini. Dalam rangka memperteguh gagasan tersebut, para anggota user group diharapkan memberikan sumbangsihnya dalam bentuk video testimonial, agar Steve Wozniak rela hadir diundang ke Dubai.

Si empunya user group meminta gue untuk menyumbangkan video testimonial tentang Apple sebagai perwakilan dari Kuwait (huehehehehe... harusnya perwakilan dari Indonesia). Yha sudah, ta' bikinin video clip instant yang berisi kompilasi foto-foto gue dan keluarga yang berhubungan dengan barang-barang Apple.



Sounds amazing. Kalau jadi beneran mesti siapin spidol dan MacBook putih gue untuk ditanda tangani sang legenda... Kalo jadddiiiii :D

Tuesday, March 18, 2008

10 MBA per 2 days



Iseng tanya ke Digits (d/h Mac & More - Apple Store di Marina) tentang MacBook Air. Mereka awalnya tidak berani stock banyak-banyak. Namun, setelah daftar pre-order list sudah lebih dari 30 orang, mereka baru ambil dari Dubai. Dengan dipanteng harga sekitar KD 650 (Rp 22 juta), 10 MacBook Air nan tipis ini laris manis dalam waktu 2 hari saja. Status sekarang barang masih kosong, namun akan didrop lagi 20 - 30 MBA setelah melihat demand yang tinggi.

Fashion fever? Bisa jadi. Bagi masyarakat (gaul) Kuwait, rasanya kalo sudah nyetir Porsche, pakai asesori Louis Vuitton, kurang full-pamer kalo belum nenteng MacBook Air :D

Monday, March 10, 2008

iPhone Madness Session 2 : Here We Go Again



Sudah bisa ditebak. Gue dan Eman kembali menjadi teknisi buka gembok iPhone di kantor setelah kotak pandora 1.1.2 berhasil dibuka gemboknya Januari lalu. Dengan metode yang makin beragam dan makin (sangat) mudah, kami bisa melakukannya dengan nyambi kerja.

iPhone Madness Session 2 dimulai kembali. Dan seperti yang sudah-sudah, populasi iPhone kembali bertambah subur. Ayo ayo siapa mau dibukain gemboknya -- mau buat experiment nih! Sekalian ancang-ancang meng-antisipasi iPhone firmware 2.0 Juni nanti.

Related stories :
- iPhone Madness session 2 (firmware 1.1.2, 1.1.3, 1.1.4)
- iPhone Madness session 1 (firmware 1.0.2, 1.1.1)
- Gila iPhone

Wednesday, February 27, 2008

Podcast in Our Life

Chef Tutorial in the Kitchen

Walau gue dan teman-teman di Kuwait bertahun-tahun hidup dan bekerja di industri TV, kami tidak ada niat beli TV & decodernya (yet), khususnya gue. Lha wong rata-rata acaranya berbahasa Arab. Walau ada pilihan masuk channel satelit non-arab, cuma tetep ngga bikin buru-buru punya perangkat TV. 'Entertainment' sudah cukup disediakan oleh MacBook dan sebuah koneksi internet. Thanks to video podcast. Gue subscribe ke beberapa sumber dengan berbagai jenis kebutuhan, misal untuk berita tinggal sedot podcast CNN, Discovery Channel atau Fox. Gue bisa subscribe seperti layaknya langganan harian cetak and best of all it's free! Gue bisa tonton di MacBook gue, iPod gue (dan iPhone sekarang :D ) everywhere -- termasuk di kantor.

Begitu keluarga ngerumpul bareng di Kuwait, podcast pun makin digandrungi. Apalagi kebutuhannya sudah makin beragam, dari Mamin (Dita) yang demen masak sampai Arwen & Leia yang pengen nonton Dora the Explorer.



Sudah saatnya beli AppleTV? *wink*

Monday, February 11, 2008

iPhone Madness Session 2



It's about time. iPhone firmware 1.1.2 Out-of-the-Box akhirnya bisa dibuka gembok kuncinya. (baca di tuaw.com & di blog George Hotz) Sejak iPhone 1.1.2 terbit di pasaran November 2007 lalu laju pertambahan populasi pengguna iPhone sempat terhenti karena sulitnya membuka gembok untuk bisa dibuka. Beberapa rekan kerja harus kecewa atau menunggu berbulan-bulan.


Salah seorang penyedia jasa buka gembok iPhone dengan metoda TurboSIM

Yang tidak sabar mengambil jalan dengan menggunakan jasa tukang buka gembok dengan metoda TurboSIM atau StealthSIM (atau bahkan bongkar iPhone) yang biayanya cukup mahal. Seorang rekan dengan cueknya menjual iPhone barunya yang masih locked seharga 100 KD kepada the-lucky-bastard Daud. Dia kemudian pergi ke sebuah toko di Hawaly untuk dibukakan gemboknya dengan TurboSIM, dipungut biaya 55 KD (Rp 1,5 jutaan) sudah termasuk chip 35 KD (Rp 1 jutaan) & jasa.


Kunci gembok TurboSIM

Dengan adanya option buka gembok secara software ini, bisa dipastikan kembali terjadi kenaikan populasi pengguna iPhone di kantor kami, khususnya yang sudah kadung beli 1.1.2 November lalu. Orang-orang akan berdatangan lagi ke kami untuk minta bantuan buka gembok. Just wait! :D

Wednesday, January 23, 2008

Garmin Cat Comes to Mac Cat Land


Ada titik terang baru dari coverage GPS di daratan MacOS. Garmin sebagai salah satu pembuat produk GPS terbesar sudah mulai serius melirik ke kucing-kucing Mac dengan mengirimkan kucing terbarunya, Bobcat.

Dengan Bobcat, file peta MapSource standar Garmin kini bisa dibuka di Mac - walau harus convert terlebih dahulu di PC menggunakan aplikasi MapConvert. Selain itu, dengan aplikasi Bobcat setiap GPS device Garmin bisa mesra berkomunikasi dengan Mac. Melalui USB port file peta bisa ditransfer (Send & Receive) untuk berbagai keperluan seperti penyimpanan waypoint & track log.
Sayangnya, untuk device Garmin non-USB tampaknya belum tersupport. Saat gue mencoba eTrex Summit dengan menggunakan kabel data serial to USB dari Bafo, aplikasi seperti MacGPS Pro & GPSy bisa berkomunikasi dengan baik, tapi sama sekali tidak terdeteksi oleh Bobcat.


BobCat dengan peta City Navigator - Middle East NT v4

Untuk organize data waypoint & track log, Bobcat cukup user-friendly. Seperti halnya MacGPS Pro, aplikasi ini juga memungkinkan kita untuk editing waypoint (tapi tidak untuk track log). POI yang kita edit bisa disend ke GPS device, lengkap dengan informasi lainnya - termasuk icon.

Sayang, gue belum bisa review lebih mendalam lagi. Harus segera menaikkan derajat GPS device gue dulu, dari eTrex Summit ke (minimal) Garmin NUVI :D Sehingga bisa konek ke Bobcat dengan harmonis.

Aplikasi ini masih bersifat beta, namun menjanjikan banyak harapan. Hanya saja, kayaknya tetep harus menunggu lagi untuk full-versionnya. Dan semoga niat Garmin ini bisa diikuti developer GPS software lainnya (seperti MapInfo atau OziExplorer) untuk memperluas coverage mereka ke daratan MacOS X. Sabar sabaarr..

Wish lists for full-version Bobcat :
- Track log editing
- Real-time navigation
- Send & Receive for non-USB GPS device (for my beloved old eTrex Summit)

Monday, December 10, 2007

Memory Underload



Jika otak kita dibandingkan dengan kapasitas hard disk atau penyimpanan data yang umum kita gunakan, berapa giga? Tera? Peta? Sudah pasti lebih besar dari kapasitas hard disk saat ini. Tapi mengapa kita masih menggantungkan diri pada secuil memory card yang hanya 256 mb atau 512 mb untuk menyimpan informasi nomor telepon, agenda, catatan dan lain-lainnya? Coba ingat-ingat nomor telepon salah seorang saudara kita. Dijamin langsung buka saku sabet handphone dan buka phonebook. Lantas, jika kita menggantungkan segala informasi pada silicon memory - bukan otak kita sendiri - apakah nantinya otak kita menjadi malas? Apakah otak kita sendiri sudah sedemikian penuhnya hingga membutuhkan alat bantu?
Otak kita mungkin tidak dibuat malas oleh perilaku ini, tapi menciptakan habit baru. Kita jadi suka parno sendiri jika catatan tersebut hilang. Panik jika lupa membackup data digital tersebut. Menyatakan diri lupa - padahal mungkin terselip dalam ingatan otak kita - jika phonebook terhapus. Blame it to the storage, tanpa sedikit pun usaha mengingat dengan mengubek-ubek otak kita sendiri sebagai main-server. Otak kita jadi penonton pasif saat harus mengingat informasi tertentu dengan mengandalkan Google dan WikiPedia. Perilaku yang berujung pada ‘kebodohan’ modern : saat terlepas dari sarana digital tersebut, dalam sekejap menjadi ngga tahu apa-apa.
Kebetulan nemu artikel menarik di majalah Wired terbitan Oktober 2007. Clive Thompson, sang kolumnis mengulas tentang fenomena ini.

“We’re outsourced important peripheral brain functions to the silicon around us.”

Dan celakanya,

“..feel much smarter when I’m using the internet as a mental plug-in”

Menurut si Clive, kita membebaskan sekian luas area otak kita untuk melakukan ‘human’ tasks seperti untuk berkhayal, brainstorming atau bermimpi. Dengan penugasan seperti itu, otak bisa tetap bekerja dan kita dibantu melakukan hal-hal kompleks menggunakan sarana digital. Seperti halnya kita nge-blog, otak kita berkhayal dan merancang cerita. Dibantu dengan ingatan Google untuk memperkaya cerita yang sedang kita bangun. Bahkan dengan penggabungan antara organic memory dan silicon memory, kadang kita bisa menemukan ide-ide baru dan pandangan yang tidak terbayang sebelumnya.
Perilaku mengandalkan peyimpanan informasi alternatif (mencatat) sudah menjadi kebiasaan sehari-hari kita dari sejak kecil hingga beranjak pikun. Tanpa mencoret di kertas catatan, sudah pasti hidup kita berantakan. Dengan PDA kita terbantu dengan catatan digital, yang suatu saat bisa diakses dengan mudah. Hanya saja, demi menjaga stamina otak kita sebagai media read (menyimpan) dan write (mengingat), kita tetap harus melatihnya. Gue mulai mencoba untuk mengingat alamat rumah lengkap dengan zip code-nya, mengingat nomor telepon teman terdekat, mengingat hari ulang tahun. Tidak melulu copy paste, beam via IR atau bluetooth. Gue tetap berusaha untuk tetap menulis catatan dengan tangan. Dan mengimbangi peran antara iPhone dengan buku catatan konvensional. Lebih penting lagi, otak tetap bekerja untuk hal-hal yang penting untuk diingat. Yang ece-ece biar urusan silicon memory.

“I want my organic brain to contain vast stores of knowledge and my silicon overmind to contain a stupidity huge amount more. I’d like to be able to remember my own phone number..”

Begitu Clive Thompson menutup kolomnya.

Sunday, December 09, 2007

iPhone as Sneaky Cam?



iPhone produk hype 2007 vs gadget tua buatan tahun 2003?
iPhone yang bisa telepon, web browsing, ada iPod dengan MacOS X dibandingkan dengan Sony Clie PEG UX50 yang menggunakan ill-fated PalmOS?
iPhone yang didaulat menjadi inovasi tahun ini oleh majalah Time disanding dengan ... ah sudahlah.
Yha jelas Sony Clie PEG UX50 ngga ada apa-apanya di banding gadget pujaan jutaan manusia, iPhone.

Tapi, untuk suatu kebutuhan tertentu sangat payah buat gue. Kebutuhan tersebut adalah melakukan kegiatan merekam gambar foto/video secara diam-diam. Maklum, gue hobi banget merekam situasi dan object dengan sneaky-sneaky. Karena pada dasarnya, gue kalau sudah nge-blog wajib hukumnya pakai informasi gambar. Contohnya saat merekam fenomena unik wanita-wanita Kuwait yang getol pakai boot menjelang winter.

Kalau sudah urusan sneaky shot, favorit gue adalah handphone SonyEricsson W710i dan Sony Clie PEG-UX50. Gue bisa merekam diam-diam seolah-olah sedang menelepon atau mencatat di PDA. Sementara, iPhone memang hebat dari segi kualitas jepretan gambar tapi :

- Tombol jepretan bukan menggunakan tombol Home, tapi harus meraba-raba tombol di area multi-touch screen. Beberapa kali gagal rekam, karena posisi jari tidak pada tombol jepretan

- Sulit untuk mengira-ngira komposisi gambar object yang direkam, seringkali out-frame. Jika menggunakan Clie, gue bisa tetap membidik tepat sasaran dengan gesture seolah-olah sedang menulis sesuatu distylus gue

- Fix camera position membuat sulit untuk mengarahkan mata kamera ke object. Dengan Clie, kamera bisa dirotate disesuaikan tingkat kemiringan tangan saat memegang Clie

- Worst of all, iPhone tidak bisa merekam video! Terutama saat mengabadikan peristiwa yang membutuhkan informasi audio video.

- Jika sesuatu terjadi - ketahuan motret object sensitif dan gadget disita pihak yang keberatan - maka hasil jepretan gambar terpaksa ikut tersita. Sementara, jika menggunakan Clie PEG UX-50, gue tinggal cabut Memory Stick dan diumpetin :D

Sementara ini, untuk kebutuhan sneaky cam gue terpaksa membawa minimal 2 gadget sekaligus : iPhone dan my beloved old Sony Clie PEG-UX50.

Wednesday, December 05, 2007

Multi'Baby'Touch



Gue suka amaze dengan MultiTouch user interface dari iPhone dan iPod Touch. Apa iya sangat mudah digunakan dan membuat kita otomatis menggerakkan jari-jari kita dipermukaan gelas gadget ini. Seperti yang diposting sebelumnya, 2 krucil kami, Leia 1 tahun dan Arwen 3 tahun sangat akrab dengan iPod Touch dan iPhone. Jari-jari mereka menari-nari menjalankan beberapa aplikasi seperti menonton video. Yang lebih membuat gue amaze, Arwen bisa dengan mudah mengenail icon masing-masing aplikasi dan menjalankannya. Jika ada SMS masuk saat menonton video, Arwen langsung klik tombol "Ignore" dan melanjutkan tontonannya kembali. Tombol "Slide to Unlock" juga tidak menjadi masalah bagi Arwen, jari mungilnya langsung menggeser slider untuk menyalakan iPhone.

Menarik juga untuk dijadikan bahan riset :D

More :
http://multi-touchscreen.com/iphone.html

Tuesday, November 13, 2007

Apple Expression

Ngga penting banget. Itu yang dilakukan orang-orang saat berpose dengan produk-produk Apple di sekitar mereka.


Post-iPhone-madness


Eman is sweating get his US$ 150 Leopard. Rooaaarrrrr


X marks the spot. Jaber, do you want to meet your kitten with Apple Leopard?


Hungry for Mini


Sami, the circus man


Sami, the circus man (yea whatever)

Tuesday, November 06, 2007

Arwen Touch



Ternyata interface multi-touch bisa menggoda dan menyihir jari balita untuk menari-nari di atas layar. Seperti saat Arwen menghibur diri melihat gambar di iPod Touch-nya. Pinching, spreading, dragging. Memang dari lahir kita sudah terlatih untuk menggunakan jari, sehingga tidak butuh latihan khusus saat bertatap dengan interface multi-touch.

Sunday, November 04, 2007

Wallpaper Bilang Keju

Bosan dengan wallpaper iPhone, iseng bikin lagi sambil melatih tangan nggambar di Wacom Intuos 3.



Thursday, November 01, 2007

Wacom Intuos 3



Woohoo. Bos datang bawa 'belanjaan' dari kantor pusat : Wacom Intuos 3. Langsung diperawanin dan test-drive. Sebagai penganut faham mending-gambar-di-atas-kertas-terus-discan, gue cukup puas dengan Wacom ini. Apalagi model ini menggunakan permukaan yang sedikit kasar seperti layaknya kertas. 

Ini hasil test drive-nya. Iseng sekalian buat wallpaper iPhone :D


Alternative wallpaper for Springboard


Wallpaper

Monday, October 22, 2007

Buka Gembok Jilid 1.1.1



Berkat petunjuk baru di website Hack the iPhone, akhirnya memberanikan diri membuka gembok iPhone ber-firmware 1.1.1. Dan berhasil. Bermodalkan iPhone tumbal milik seorang teman yang memasrahkan iPhonenya untuk dibukakan gemboknya di tangan gue yang hanya modal nekad dan sok tahu :D

Berikut kesimpulannya :
1. Untuk iPhone 1.1.1 out-of-the-box bisa langsung mengikuti petunjuk dari website di atas
2. Untuk iPhone 1.1.1 yang sudah didowngrade ke 1.0.2 (sudah dioprek bolak balik, berhasil unlocked dan berniat meng-upgrade balik ke 1.1.1) sebelum mengikuti petunjuk website, harus direstore/dikembalikan ke firmware 1.1.1 dengan cara restore di iTunes. Pastikan file firmware 1.1.1 (iPhone1,1_1.1.1_3A109a_Restore.ipsw) sudah tersedia di komputer untuk kemudian dipilih saat menekan tombol (option - click) Restore di iTunes. Setelah yakin bahwa iPhone sudah kembali ke firmware 1.1.1, baru lanjutkan untuk memulai proses buka gembok di website tersebut.
3. Untuk iPhone 1.0.2, sama seperti pada point 2. Pilih file firmware yang sesuai saat (option - click) Restore di iTunes.
4. Lakukan unlock dengan software AnySIM 1.1 di akhir petunjuk (halaman 3) website tersebut.

Berita cepat tersebar dan kini sudah ada beberapa teman di kantor (yang ketularan wabah iPhone) memohon bantuannya untuk dibukakan gembok dengan imbalan ditraktir makan :D

Friday, October 19, 2007

iPhone Madness - Last Part



Oke oke oke. Gue akui. Akhirnya gue ikut terseret dalam 'kegilaan' iPhone yang melanda kantor akhir-akhir ini. Akibatnya cukup fatal. Jika sebelumnya hanya sebagai penonton duduk manis (menikmati pertunjukkan Eman dkk unlock iPhone), gue sudah seminggu tidak tidur sempurna karena penasaran berusaha buka gembok (unlock) sebuah iPhone. Dan lebih parah lagi, Eman yang sudah berhasil dengan iPhone berfirmware 1.0.2, tidak bisa membantu banyak karena gue berhadap-hadapan dengan iPhone baru ber-firmware 1.1.1. 

Terus terang gue buta sama sekali saat memulai ngoprek. Baru nyadar bahwa iPhone yang di tangan ber-firmware 1.1.1 pun setelah beberapa kali gagal. Modalnya cuma pede dan nekat! Serta sedikit pengetahuan (kalau boleh dibilang minim) tentang Terminal.app di MacOS. Dan yang gue share di sini murni pengalaman pribadi, sehingga tidak bisa dijadikan sebagai jaminan bahwa informasi ini membuat iPhone 1.1.1 bisa ulocked sukses 100%. Ini pun juga bisa dilakukan karena guidance dari teman-teman di id-iphone.org (thanks guys!). Your millage may vary.

Awalnya, gue mengikuti prosedur yang tersedia di website ModMyiPhone. Dan berhenti di bagian terakhir instruksi saat proses unlock dengan Unlock.app dengan pesan status - di layar iPhone - Unlock Failed.

Berikutnya, gue coba menggunakan prosedur  di website HacktheiPhone. Kali ini menggunakan software unlock AnySIM.app. Pun gagal juga dengan status error "Couldn't locate bytes to patch".



Dari sini gue sadar (setelah baca-baca di forum dengan mata berair belum tidur) bahwa ada satu kutu kupret yang bernama baseband firmware atau modem firmware. Walau iPhone sudah didowngrade ke firmware 1.0.2, si baseband ini tetap tidak bergeming - bertahan di firmware 1.1.1.

Note : iPhone firmware 1.0.2 menggunakan baseband firmware 3.14.08_G. Sementara iPhone baru firmware 1.1.1 menggunakan baseband firmware 04.01.13_G.

Tanggal 13 Oktober dini hari (setelah kemarin lebaran hari pertama), gue browsing cari info tentang bagaimana downgrade baseband firmware. Tidak ada cara yang bisa diterima dengan nalar awam gue. Siang harinya, ternyata informasi downgrade baseband firmware sudah tersedia di situs iPhone elite. Mengikuti petunjuk, akhirnya gue berhasi downgrade baseband firmware, dengah harapan saat proses unlock dengan AnySIM bisa mulus. Ternyata, saat unlock, AnySIM masih memberi pesan error "Incorrect SIM". Gubrak!

Dari tahap ini, gue sudah semakin linglung dan bingung. Pemahaman minim tentang detail teknis mendorong gue untuk bertanya-tanya pada suhu-suhu di id-iphone.org. iPhone sudah bolak balik direstore dan diperawanin masih tidak ada hasil. Sempat tergoda untuk menggunakan jalur iPhone SimFree.

2 hari kemudian, situs ModMyiPhone memberi update baru tentang tahap-tahap unlock iPhone, lengkap dengan tahap downgrade iPhone ke 1.0.2, downgrade baseband dan upgrade (lagi) ke 1.1.1. Untuk pertama kalinya setelah bolak balik di restore, si iPhone kembali ke firmware out-of-the-box : 1.1.1, ditandai restore dengan gambar kabel iSync dan logo iTunes - sebelumnya selalu gambar rambu kuning segitiga. Dan software iNDependence (saat itu versi 1.2.1 - terbaru adalah 1.2.4, cek di sini) memungkinkan iPhone masuk dalam mode DFU (Device Firmware Upgrade) tanpa harus susah-susah tekan tombol Home & Sleep 10 detik.
Hasilnya masih nihil. AnySIM masih ngotot bilang "Incorrect SIM".

Setelah restore ulang bolak balik, iPhone dibiarkan istirahat di dalam kotak dengan status terakhir masih terkunci - firmware 1.0.2 dan baseband 03.14.08_G. Tanggal 17 Oktober pagi, seorang rekan kerja memberitahu bahwa AnySIM terbaru sudah release dengan versi 1.1. Gue disuruh buka blog suaminya di sini. Niatnya kerja, malah balik ngoprek iPhone. Dengan baca keterangan sambil lalu, gue dengan sok tahunya langsung pasang SIM card baru (SIM card AT & T sudah dijadikan korek kuping) dan melakukan tahap downgrade - upgrade seperti tertera di situs ModMyiPhone. Saat iPhone sudah dengan firmware 1.1.1 (baseband 04.01.13_G), AnySIM 1.1 yang terinstall tidak muncul di menu. Lah!?? Ada apa gerangan??
iPhone pun dikembalikan ke posisi DFU mode dengan iNDependence 1.2.2. Berikut tahap yang gue lakukan di stage terakhir :

1. iPhone kudu dalam kondisi DFU mode (sudah ada iNDependence ver
1.2.3 yg bisa langsung membuat iPhone masuk DFU mode). Baik itu yg
1.0.2 mau pun yg 1.1.1.

2. Downgrade di iTunes dengan pencet (option + restore) dan select
folder firmware nya. Diakhiri dengan Error dan layar iPhone jadi
rambu segitiga kuning.

3. Aktifkan dengan software iNDependence. Kalau ngga mau activated,
quit iNDependence terus buka iTunes. Setelah itu pencet tombol power
di iPhone (atau home - gue lupa) sampai layar iPhone jadi bola dunia.
Quit iTunes dan balik lagi ke iNDependence. Aktifkan dan quit.

4. Jalankan AppTapp dan masukkan BSD dan OpenSSH.
Notes :
  • Kalau ngga ada koneksi wi-fi, software BSD & OpenSSH bisa download lgs ke Mac dari website http://pxl.ibrickr.com/
  • Kemudian diupload ke iPhone dengan software Breezy (http://code.google.com/p/pxl/).
  • SSH bisa diinstall dari iNDependence

5. Download AnySIM dan upload ke iPhone melalui software Fugu atau
Cyberduck (gue sampe skarang masih ngga ngerti hubungannya bebek sama
iPhone apa :) ) Jangan lupa restart iPhonenya supaya icon AnySIM
nongol di menu.

6. Jika sebelumnya downgrade base band
dulu (dengan bbupdater & ieraser) sekarang ngga perlu karena AnySIM
sudah ngurusin semuanya tanpa harus downgrade.

7. Jalankan AnySIM, baca bismillah, berdoa yang kusyuk, komat kamit
sebentar di layar iPhone muncul "Unlock succesful". Selama ini, gue
belum pernah lihat pesan itu, selalu dibilang flashing berhasil tapi
unlock gagal. Dan ujung-ujungnya Incorrect SIM.

Wooohooooo!! iPhone direstart dan sinyal operator telpon gue penuh! Akhirnya jebol gemboknya! Kabar tersebar di kantor, menyebabkan beberapa rekan kerja yang awalnya tidak terlalu tertarik dengan iPhone, kini mulai blingsatan cari info bagaimana beli iPhone. Mau locked atau unlocked ngga masalah, yang penting mereka sudah menyaksikan sendiri di depan mata bahwa sebuah iPhone 1.1.1 bisa dibuka gemboknya - padahal juga belum tentu jaminan pasti unlocked. Lha wong yang ngerjain amatiran :D

Yang penting sekarang bisa tidur tenang lagi!!

Thursday, October 11, 2007

iPod Lebaran

Apple bikin special product menyambut hari raya Idul Fitri?
Nggak, ini cuma sekedar video ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri with Apple style :)



Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H, mohon maaf lahir dan bathin.

Original video see here : apple.com/ipodnano/ads/

Note : Sala ketik. Made of Mac, mestinya Made on Mac :P

Monday, October 01, 2007

iPhone Madness Part 4

Ngga perlu punya iPhone untuk bisa menikmati lekuk tubuh dan lembut kulitnya. Sementara Eman sedang sibuk ngutak ngatik iPhone orang, gue bercengkerama dan berselingkuh dengan iPhonenya, merekam kecantikannya dengan kamera foto.

Ini beberapa hasil perselingkuhan kami :




Eman's new girlfriend™

More in our Flicker here.