Showing posts with label Apple. Show all posts
Showing posts with label Apple. Show all posts

Sunday, June 30, 2013

Macintosh 512K

Working late in 1985. #neoretrogizmos

A Macintosh 512K with working system on my desk. One of the dream is fulfilled.

This is the 512Ke model from April 1986 (not the platinum model). Can't wait to paint with MacPaint with this fat Mac.

Thursday, March 22, 2012

Using Apple QuickTake 100 in OS X era



Retrieving the Images

If you're living in MacOS X environment with Intel inside your machine, there's no way you can retrieve the images from this 90s Apple QuickTake 100 camera. You need help from either old Mac machine with MacOS 9 (older the better) or Mi (wait for it) crosoft Windows XP!

You're no longer have old Macs with PowerPC processor. Instead of wandering on eBay looking for any old Mac, will be much hassle-free to install Windows XP in your Mac Intel via Bootcamp or using emulator like Parallel Desktop or VMWare Fusion.

What you need:
- Microsoft Windows XP emulator for MacOS X
- DIN8 to RS-232 adapter like this one (or create it yourself) and RS-232 to USB adapter like this one
- QuickTake software for Windows (link)
- Prolific driver for Windows (link)

Note:
Another tutorial how to make a serial cable for Apple QuickTake without soldering is here. Thanks Eric!

Plug the power adapter (warning: the serial connection drains the battery) & serial cable. The LCD indicator shows rotating icon. Once the Windows XP detects the USB connection, go to Control Panel > System > Hardware > Device Manager. We need to assign the USB connection as COM1, COM2, COM3 or COM4 port. Here I take COM1 as default.



Launch the QuickTake serial ports software to test the connection. It'll saying the QuickTake camera has been connected. Then launch QuickTake main software to get the images from the camera.




Oh look! The timestamp says "2/21/93"! 1993!

Save the photos to your Mac directory.

The Quality


iPhone 4, low-res image from QuickTake, hi-res image from QuickTake

QuickTake can take up to 32 low resolution (standard) photos with 320 x 240 or 8 high resolution photos with 640 x 480. Keep in mind that this is an 18 years old camera with 18 years old technology from the era before mega-pixels. So compare to modern iPhone 4, I can say that the quality is not bad. We can see the decent image though there are some artefacts & blurry edge.


High resolution with flash and without flash


Low resolution with flash and without flash

It looks like images from Geocities homepage back in mid 90s, showed via Netscape browser in my PowerMac computer. But still way better than my 2003 Sony Ericsson Z600 camera ;)

So, it's just for fun. Exploring the retro tech rather than creating good quality photos.
There's no way we can print this kind of image for professional purpose.
But I hope this post helps all the retro gadget collectors out there. Time to resurrect the QuickTake!

Related links:
- Vectronic's QuickTake 100
- Quick brief history

Tuesday, March 01, 2011

Oleh-oleh Dari Yerba Buena Center

Tampak depan gedung YBCA San Fransisco beberes untuk iPad 2 launching tgl 2 Maret nanti.



UPDATE:
Di depan pintu masuk YBCA ada beberapa bendera warna warni berkibar. Masih ada hubungannya dengan 'colorful dots' di event Apple? Connecting the dots? Seperti yang selalu diucapkan Steve Jobs "Creativity is about connecting the dots"?
*spekulasi mode on*



Oleh-oleh dari @galihwismoyo (from Instagram)

Saturday, July 12, 2008

Hari-hari Meletihkan di Infinite Loop



Beberapa hari ini adalah hari-hari yang meletihkan di kantor Apple sana. Dalam waktu tidak berjauhan, terdapat 3 penghelatan besar yang menguras tenaga dan pikiran : launching AppStore, launching MobileMe dan menjual iPhone 3G di beberapa negara.

Hype yang sebegitu besar dari orang-orang diseluruh dunia berbanding dengan masalah-masalah yang dihadapi Apple, seperti yang ditulis di TUAW's "Apple's Bad Days". Hype yang sangat besar kini berubah menjadi samudera luas berisikan gelombang amarah karena berbagai masalah seperti sulitnya proses aktivasi iPhone 3G, firmware 2.0 yang corrupt dan ....
... MobileMe, molor dari jadwal dan bolak balik online offline.

Coba saja baca forum diskusi ini. Sebuah mimpi buruk bagi para PR Apple. Sebuah contoh : proses validasi kartu kredit tidak bisa dilakukan di dalam website me.com. Akibatnya, orang-orang yang harus melakukan renewal account mereka di saat-saat sekarang berubah panik. Takut account mereka hangus dan kehilangan username@mac.com.

Gue -- juga harus melakukan renewal tanggal 4 Agustus nanti -- pun juga gagal terus setiap melakukan validasi kartu kredit. Dan seperti orang-orang lain, sejak berganti menjadi me.com account gue dibilang "There is a problem with the credit card of this account"


Kolom "Billing Info" yang biasanya nongkrong di bawah "Account Info" hari ini raib

Dan hari ini, kepanikan orang makin menjadi-jadi. Karena kolom Billing Info -- yang biasanya terdapat di menu Account Setting -- raib tidak terdapat di menu. Artinya, semua orang tidak bisa melakukan validasi pembayaran untuk account me.com. *gubrak!*

Yah sudahlah. Gue berusaha tetap sabar. Dan yang penting menjaga agar hype ini ngga berubah jadi emosi negatif. Semoga, kanjeng pati Steve Jobs dan kawulanya bisa dengan segera beres-beres di ujung dunia sana.

Sunday, September 02, 2007

Usap-usap New iMac


Mac & More, Marina Mall, Kuwait

Pada satu kesempatan, kami berempat ke Mac & More (sebuah Apple store di Marina Mall) untuk membeli MacBook. Sekaligus menukarkan keyboard Arab MacBook si Eman menjadi international keyboard (biayanya KD 45/Rp 1.350.000-an). Tanya sana tanya sini, ternyata toko ini sudah memasukkan iMac baru dalam daftar dagangan mereka. Satu box iMac khusus dibuka untuk memperlihatkan barang cantik ini kepada kami. Mereka menjual dengan harga KD 640/Rp 19.000.000-an. Cukup mahal dibandingkan harga di toko teman-teman kami di Indonesia.


Menyibak busana si cantik... maksudnya si iMac baru

Kami pun mengerubung mengusap-usap si cantik iMac ini *drolling*. Sayangnya, mereka belum menjual iMac baru ini dengan keyboard aluminium dengan alasan belum ada kiriman. Untungnya memang kami tidak ada rencana untuk membeli, usap-usap saja cukup untuk sementara ini :D


Barang-barangnya cukup variatif dan lengkap di sini

Thursday, August 30, 2007

Moving to Pro Apps (Gradually)


Yoswar dengan Color sedang color-grading Adzan untuk Ramadhan

Sebelum ini kami bekerja mengandalkan software underground, mengingat kondisi finansial perusahaan yang lebih memprioritaskan ke hal-hal lain. Torrent atau Mangdu menjadi tempat utama saat membutuhkan software-software tertentu dan bisa jadi malah ngga nemu atau terlalu lama disedot lewat torrent. Di tempat baru ini, ternyata software-software yang selama ini kami idam-idamkan (hampir) ada semua di depan mata. Kalau pun kami membutuhkan yang lain, perusahaan dengan senang hati support dan menganggarkannya. Maklum, satu dari pimpinan di sini memang techie dan Mac user berat. 

Sekarang, Gue dan Yoswar (salah satu 'timnas' di Al Watan TV) bekerja dalam 1 project yang sama. Induk file-nya sendiri dari di Final Cut Pro Studio 2, dan kami memisahkan masing-masing footage sesuai penugasannya, gue di Motion dan Yoswar di Color. Jelas kami berdua harus belajar lagi untuk bisa menguasai 2 pro apps dari Apple tersebut, karena selama di Indonesia kami jarang menyentuh pro apps Apple. Untungnya atasan kami memberi keleluasaan kepada kami untuk bekerja sambil belajar. "It's between you and your tools. Just like husband and wife. Choose it. Learn it. Love it. Live with it," gitu katanya ke gue suatu hari. "Choose your tools wisely. Because it's pricey. As pricey as your final art work," tambahnya sambil cengengesan.

It's about time. Better place. Better tools. Let's get move on to the Pro Apps.

Wednesday, August 29, 2007

HappiLife Ever After


Today, Ahmad is doing the-first again. He's coming to our room and sez, "Look! I got the one that you're looking for!" He's holding the original copy of iLife '08 box in his hand. "Pinot! Stop downloadin it from torrent! And you don't have to wait till this iLife arrives in Kuwait! Install this in your MacBook!"

Holding an original copy of Apple software in your hand means a lot of things. You have to pay for it and gains your sense-of-belonging of the software and the company itself. It's just like transferred the Apple's aura of innovation and creativity inside you. And... mmm.. nevermind. Let's install it.

Monday, August 27, 2007

iLife '08 : iWeb

Ngga banyak yang pengen dibahas tentang iApps bawaan iLife '08 ini. Tapi sebagai non-web-designer, iApps satu ini sungguh menjadi penolong gue untuk ngoprek-ngoprek website tanpa harus banyak bersentuhan dengan belantara hutan HTML. And it works seamlessly with .Mac (d'oh!)

Photobucket - Video and Image Hosting
HTML Snippet to the rescue

Walau begitu, kebutuhan untuk sedikit memberi bumbu HTML code - seperti menambah source dari website lain : embeded YouTube movie, shoutbox, counter atau RSS - dalam website tetap ada, dan sayangnya tidak bisa dilakukan dengan iWeb lama. Setiap saat hendak menambah HTML code, terpaksa diutak atik dulu di software lain sebelum dipublish. Untunglah iWeb '08 memberi feature tambahan yang cukup penting buat gue : HTML Snippet. Dengan feature ini, kita bisa menambahkan HTML code dalam website. Seperti yang gue lakukan dengan menambahkan tampilan feeds dari Blogger (melalui FeedBurner). 

Feature lainnya seperti penambahan fungsi "Comment" pada blog, Google Maps, Google Ad, Enhanced Photo Pages belum sempat diutak-atik. Yang penting ada HTML Snippet dan template-template baru. 

Friday, August 24, 2007

iLife '08 : iPhoto

Photobucket - Video and Image Hosting
Ngga sabar nunggu iLife '08 dijual di Apple store Kuwait, akhirnya terpaksa download secara underground versi petani-nya. Kebelet jajal 2 iApps yang jadi unggulan yaitu iPhoto & iWeb! 

Untuk iPhoto-nya, gue ingin icip-icip feature keyword-nya yang katanya lebih mudah dan advance. Versi iPhoto sebelumnya, untuk organize keyword agak ribet dan merepotkan buat gue. 2 plug-in third party jadi andalan, seperti Keyword Assistant (http://homepage.mac.com/kenferry/software.html) atau Keyword Manager (http://www.bullstorm.se/KeywordManager.php) dengan interface-nya yang user-friendly.

Saat pertama kali buka, iPhoto memerintahkan kita untuk upgrade iPhoto Library. Setelah proses upgrade selesai dan masuk ke dalam iPhoto, gue agak bingung dengan setup keyword-nya. Yang biasanya nongkrong di preferences, kok sekarang tidak ada. Begitu pula saat Get Info (command-I) dari sebuah foto, biasanya di sebelah kiri sidebar muncul panel keyword, di iPhoto '08 juga absen. 

Photobucket - Video and Image Hosting Photobucket - Video and Image Hosting
(click to enlarge)

Ternyata, setup keyword dipindahkan dari preferences ke menu bar "Window". Setelah window keyword terbuka, di dalamnya terdapat 2 panel (Quick Group & Keywords) dan tombol "Edit Keywords" untuk menambah mengurangi keyword yang kita butuhkan. Cool! 
Dan feature pencarian foto dengan keyword tersedia di bawah tool-bar, lengkap dengan pencarian tanggal, rating, title dan description. Woohoooo!!
Walau begitu, terdapat beberapa kesalahan keyword dari foto-foto yang diupgrade dari versi sebelumnya. Sehingga gue harus re-entry keyword untuk beberapa foto yang keywordnya salah.
Akhirnya semua harapan gue tentang well-organized keyword tercapai sudah! Ada shortcut assignment & quick keyword editing dalam satu panel. Soooo much easier!

Selain enhancement feature keyword, ada beberapa feature baru dari iPhoto '08 ini, seperti Event, yang memudahkan kita untuk organize koleksi foto kita berdasarkan event tertentu seperti kawinan, sunatan, 17 Agustus-an etc. Selain itu juga ada feature Compare, Crop dan Highlight Shadow, seperti layaknya editing foto di Aperture.

Penyempurnaan keyword di iPhoto versi ini sudah cukup bagi gue. Jika tiba saatnya iLife '08 tersedia di Kuwait, it's a must-buy item next month! Dengan US$ 79, produk Apple ini layak dimiliki original copy-nya :D

Sunday, January 21, 2007

Akhirnya Lari Plus!

Gue yang pemalas ini akhirnya bisa makin giat bangun pagi & berolahraga. Tujuan utamanya tentu saja biar sehat, namun tujuan utama yang kedua (maksa!) adalah mencoba mainan baru : Nike + iPod. Thanks to Dirgayuza yang bela-belain bawa dari Ozzie - yang kayanya iba lihat video gue :DDD


Gue tidak akan mereview secara detail tentang barang ini, toh sudah banyak review yang lebih canggih di luar sana - mengingat barang ini sudah dijual di pasaran sejak pertengahan tahun lalu. Dan dari lokal, saudara Agus sudah terlebih dahulu mencicip barang ini dan me-reviewnya. Gue hanya ingin bercerita sisi lain tentang Nike + iPod ini.




Begitu Nike + iPod di tangan, gue sudah merencanakan beberapa trik untuk mengakali bagaimana agar sensor ini bisa bekerja di sepatu non Nike. Daripada gue maksain beli Nike Airmax 180+ seharga 1 jutaan, mending Adidas butut gue yang dioptimalkan. Berbekal tutorial untuk nge-hack sensor Nike + ini, gue sudah menyiapkan barang-barang yang diperlukan. Singkat kata, Adidas butut gue ada sensor Nike + inside.




Adidas +, sepatu resmi +, sepatu casual +, sandal cantik +, sandal busuk +

Dan dengan bantuan 'velcro' fastener, gue bisa pasang sensor ini di semua alas kaki, seperti sandal jepit busuk gue. Kebetulan gue ditugasi Dita untuk beli beras dan warung-nya rada jauh. Sekalian deh test-drive untuk kegiatan jalan jauh. Toh jalan kaki jarak jauh sebenarnya juga dianggap olahraga, kan?



Untuk kegiatan lari, konsentrasi irama lari & pernafasan gue sempat terpecah untuk terus memperhatikan layar iPod nano gue. Gue penasaran dengan tingkat ke-presisi-an dari informasi pace, distance & waktu yang gue lakukan. Hasilnya cukup memuaskan setelah dibandingkan dengan informasi dari GPS device (gue masih nenteng gadget satu ini - sekedar buat perbandingan saja). Dan akibatnya, lari gue jadi agak dipaksakan walau sedikit terasa lelah karena termotivasi suara feedback merdu dari iPod nano gue yang rajin memberi laporan jarak tempuh. Seperti disemangati oleh kaki gue sendiri.

Dengan bandwith 'butut', gue rada ngga sreg dengan web application Nikeplus. Jika untuk menjalin network tantangan dengan berbagai pelari seluruh dunia, web application ini sangat menyenangkan & memberi motivasi untuk menjadi yang terbaik. Namun jika hanya ingin melihat progress report kegiatan lari, kok yha mesti online. Untuk offline, preview di iTunes hanya tersedia info ala kadarnya, yang sebenarnya bisa cukup dilihat di layar iPod nano gue. Ada satu software yang jadi unggulan gue : TrailRunner. It's great! And best of all, it's free! Silakan baca review gue.

Sekali lagi, terima kasih kepada Yuza. Terima kasih sudah membuat kaki gue bolak-balik mengajak olahraga tiap pagi.

Run to these links :
metacomment.com/blog/2007/01/06/diy-nike-plus-hack/
www.engadget.com/2006/07/17/nike-ipod-works-with-any-shoe-the-99-cent-diy-shoe-mod/

TrailRunner Review

Semalas-malasnya, gue tetap perlu tahu rencana & progress kegiatan olahraga lari gue. Semua kudu tercatat dan terkontrol supaya gue tahu kapan berat badan gue yang membengkak ini bisa turun (padahal menu favorit nasi goreng kambing!!) dan badan sehat bisa buat nglembur-nglembur lagi. Gue membutuhkan sebuah software yang berfungsi sebagai database dan progress report untuk kegiatan olahraga lari gue. Web application punya NikePlus sudah cukup baik, namun alangkah baiknya jika ada software alternatif - yang tidak perlu online.


Click to enlarge


Pilihan gue jatuh pada Mac-only software : TrailRunner. Software gratisan ini cukup advance dan bisa menjadi partner Nike + iPod. Selain memiliki feature import data kegiatan lari yang tercatat di iPod nano, software ini juga bisa import data track & waypoint dari GPS - dengan catatan, saat olahraga lari harus menenteng GPS device. TrailRunner tidak membatasi jenis GPS device khusus seperti Garmin ForeRunner 201 tapi segala device seperti Garmin eTrex Summit gue. Dengan berbekal USB to serial cable, data dari GPS device bisa langsung terolah di TrailRunner.

Feature lainnya adalah import gambar peta. Gue ambil gambar peta komplek rumah gue dari Cybermap CBN.net.id dan dikalibrasi dengan 2 waypoint. Setelah terkalibrasi, gambar peta bisa digunakan untuk memperhitungkan jarak tempuh dan merancang rute-rute sesuai kebutuhan. Selain itu, TrailRunner bisa mengambil gambar-gambar peta dari jasa penyedia online WMS (world mapping services). Bahkan jika perlu mengambil dari gambar satelit Google Earth atau Flash Earth.


Click to enlarge

Setelah gue merancang rute & melihat report kegiatan, gue bisa mem-publikasikan report ini dalam bentuk blog. Bisa melalui FTP dan *cihuy* .Mac! Contohnya bisa dilihat di sini.

Selain mem-publikasikan ke blog, report & rute bisa gue export ke iPod - dengan menggunakan feature NanoMaps. Lewat iTunes, TrailRunner akan generate gambar berseri dari peta & rute yang dirancang ke iPod nano, sehingga pada saat gue lari nanti, gue bisa tetap pada jalur dan rute yang ditentukan dengan melihat layar iPod nano (menu Photos>Photo Library). Selain itu juge bisa lewat informasi text dengan membuka menu Extras>Notes>TrailRunner.


Gambar berseri NanoMap di layar iPod nano

Secara umum, buat gue pribadi software ini keren abis. Gue mendapatkan kesenangan baru dalam melakukan kegiatan berolahraga. Jika saat gue lari didukung oleh sensor Nike & iPod nano, setelah selesai gue bisa melihat catatan kegiatan dengan cara yang keren dan kalau perlu me-manaje rute lari gue.
Tahu gini kan gue ngga perlu bermalas-malasan dari dulu. Dan kalau ada duit, gue ikhlas mau donasi buat TrainRunner.

Wednesday, December 27, 2006

Lari Plus Gadget Minus Nike+iPod


Gue pada dasarnya adalah orang yang malas berolahraga. Terutama jika harus bangun pagi untuk melakukan kegiatan lari pagi. Namun, ternyata asik juga jika dilakukan sambil mendengarkan iPod. Apalagi plus dengan GPS & Palm, sehingga gue bisa tahu kecepatan & jarak lari gue dan dicatat di Palm pakai software MySportTraining. Lewat software ini, gue bisa mengetahui progress kegiatan lari & statistik gue. Paling tidak memotivasi gue untuk tetap berolahraga secara teratur dan terus menambah jarak tempuh lari.

Teman-teman gue menertawakan kegiatan lari pagi gue, "Lo mo lari atau pamer gadget? Mau lari aja ribet amat!" Iya juga sih. Tapi kalau ngga bawa GPS, gue ngga tahu kecepatan & jarak lari gue. Kalau ngga bawa Palm, gue ngga bisa mencatat menit-per-menit kegiatan gue.

Semua keribetan itu bisa diselesaikan dengan menggunakan sport kit dari Nike & iPod - menaruh sensor di sepatu dan data wirelessly diterima di iPod nano. Cool! This is what I need! Unfortunately, sampai sekarang alat seharga US$ 29 ini belum dijual di Indonesia! Dan rata-rata info yang gue terima dari gerai Nike, mereka berencana memasukkan barang tersebut ke Indonesia tahun depan. Sohib gue yang kerja dengan Apple pun membenarkan info tersebut.

Yah sudah. Gue tunggu saja deh sampai tahun depan saat barang ini datang ke Indonesia. Untuk sementara waktu, gue terpaksa berlari sambil nggotong-nggotong gadget. Walau sempat kejadian hampir kejeblos selokan hanya karena sibuk mencatat di Palm gue.

Iseng-iseng bikin TVC Nike + iPod versi Indonesia. Video ini juga kurang lebih menggambarkan apa yang gue lakukan selama ini. Siapa tahu ada pihak Nike atau Apple tergugah hatinya untuk sesegera mungkin menjual sport kit Nike + iPod ke gue. *you wish!*



Untuk format QuickTime movie MPEG 4, download di sini! (File size = 3,6 mb).

Download QuickTime for free


Review Nike+iPod bisa lari ke blog Agus :
http://hausofagus.blogspot.com/2006/08/nikeipod-review.html