Penampakan iMac di ruang redaksi dan newsroom Al Watan TV. Wondering mereka pakai software apa ya? NewsStar for Mac? e-News? Mesti main-main nih ke redaksi.
Tuesday, September 11, 2007
Sunday, September 02, 2007
Usap-usap New iMac

Mac & More, Marina Mall, Kuwait
Pada satu kesempatan, kami berempat ke Mac & More (sebuah Apple store di Marina Mall) untuk membeli MacBook. Sekaligus menukarkan keyboard Arab MacBook si Eman menjadi international keyboard (biayanya KD 45/Rp 1.350.000-an). Tanya sana tanya sini, ternyata toko ini sudah memasukkan iMac baru dalam daftar dagangan mereka. Satu box iMac khusus dibuka untuk memperlihatkan barang cantik ini kepada kami. Mereka menjual dengan harga KD 640/Rp 19.000.000-an. Cukup mahal dibandingkan harga di toko teman-teman kami di Indonesia.

Menyibak busana si cantik... maksudnya si iMac baru
Kami pun mengerubung mengusap-usap si cantik iMac ini *drolling*. Sayangnya, mereka belum menjual iMac baru ini dengan keyboard aluminium dengan alasan belum ada kiriman. Untungnya memang kami tidak ada rencana untuk membeli, usap-usap saja cukup untuk sementara ini :D

Barang-barangnya cukup variatif dan lengkap di sini
Thursday, August 30, 2007
Moving to Pro Apps (Gradually)
Yoswar dengan Color sedang color-grading Adzan untuk Ramadhan
Sebelum ini kami bekerja mengandalkan software underground, mengingat kondisi finansial perusahaan yang lebih memprioritaskan ke hal-hal lain. Torrent atau Mangdu menjadi tempat utama saat membutuhkan software-software tertentu dan bisa jadi malah ngga nemu atau terlalu lama disedot lewat torrent. Di tempat baru ini, ternyata software-software yang selama ini kami idam-idamkan (hampir) ada semua di depan mata. Kalau pun kami membutuhkan yang lain, perusahaan dengan senang hati support dan menganggarkannya. Maklum, satu dari pimpinan di sini memang techie dan Mac user berat.
Sekarang, Gue dan Yoswar (salah satu 'timnas' di Al Watan TV) bekerja dalam 1 project yang sama. Induk file-nya sendiri dari di Final Cut Pro Studio 2, dan kami memisahkan masing-masing footage sesuai penugasannya, gue di Motion dan Yoswar di Color. Jelas kami berdua harus belajar lagi untuk bisa menguasai 2 pro apps dari Apple tersebut, karena selama di Indonesia kami jarang menyentuh pro apps Apple. Untungnya atasan kami memberi keleluasaan kepada kami untuk bekerja sambil belajar. "It's between you and your tools. Just like husband and wife. Choose it. Learn it. Love it. Live with it," gitu katanya ke gue suatu hari. "Choose your tools wisely. Because it's pricey. As pricey as your final art work," tambahnya sambil cengengesan.
It's about time. Better place. Better tools. Let's get move on to the Pro Apps.
Wednesday, August 29, 2007
HappiLife Ever After
Today, Ahmad is doing the-first again. He's coming to our room and sez, "Look! I got the one that you're looking for!" He's holding the original copy of iLife '08 box in his hand. "Pinot! Stop downloadin it from torrent! And you don't have to wait till this iLife arrives in Kuwait! Install this in your MacBook!"
Holding an original copy of Apple software in your hand means a lot of things. You have to pay for it and gains your sense-of-belonging of the software and the company itself. It's just like transferred the Apple's aura of innovation and creativity inside you. And... mmm.. nevermind. Let's install it.
Monday, August 27, 2007
iLife '08 : iWeb
Ngga banyak yang pengen dibahas tentang iApps bawaan iLife '08 ini. Tapi sebagai non-web-designer, iApps satu ini sungguh menjadi penolong gue untuk ngoprek-ngoprek website tanpa harus banyak bersentuhan dengan belantara hutan HTML. And it works seamlessly with .Mac (d'oh!)

HTML Snippet to the rescue
Walau begitu, kebutuhan untuk sedikit memberi bumbu HTML code - seperti menambah source dari website lain : embeded YouTube movie, shoutbox, counter atau RSS - dalam website tetap ada, dan sayangnya tidak bisa dilakukan dengan iWeb lama. Setiap saat hendak menambah HTML code, terpaksa diutak atik dulu di software lain sebelum dipublish. Untunglah iWeb '08 memberi feature tambahan yang cukup penting buat gue : HTML Snippet. Dengan feature ini, kita bisa menambahkan HTML code dalam website. Seperti yang gue lakukan dengan menambahkan tampilan feeds dari Blogger (melalui FeedBurner).
Feature lainnya seperti penambahan fungsi "Comment" pada blog, Google Maps, Google Ad, Enhanced Photo Pages belum sempat diutak-atik. Yang penting ada HTML Snippet dan template-template baru.
HTML Snippet to the rescue
Walau begitu, kebutuhan untuk sedikit memberi bumbu HTML code - seperti menambah source dari website lain : embeded YouTube movie, shoutbox, counter atau RSS - dalam website tetap ada, dan sayangnya tidak bisa dilakukan dengan iWeb lama. Setiap saat hendak menambah HTML code, terpaksa diutak atik dulu di software lain sebelum dipublish. Untunglah iWeb '08 memberi feature tambahan yang cukup penting buat gue : HTML Snippet. Dengan feature ini, kita bisa menambahkan HTML code dalam website. Seperti yang gue lakukan dengan menambahkan tampilan feeds dari Blogger (melalui FeedBurner).
Feature lainnya seperti penambahan fungsi "Comment" pada blog, Google Maps, Google Ad, Enhanced Photo Pages belum sempat diutak-atik. Yang penting ada HTML Snippet dan template-template baru.
Labels:
Apple,
HTML Snippet,
iLife 08,
iweb 08
Friday, August 24, 2007
iLife '08 : iPhoto
Ngga sabar nunggu iLife '08 dijual di Apple store Kuwait, akhirnya terpaksa download secara underground versi petani-nya. Kebelet jajal 2 iApps yang jadi unggulan yaitu iPhoto & iWeb!
Untuk iPhoto-nya, gue ingin icip-icip feature keyword-nya yang katanya lebih mudah dan advance. Versi iPhoto sebelumnya, untuk organize keyword agak ribet dan merepotkan buat gue. 2 plug-in third party jadi andalan, seperti Keyword Assistant (http://homepage.mac.com/kenferry/software.html) atau Keyword Manager (http://www.bullstorm.se/KeywordManager.php) dengan interface-nya yang user-friendly.
Saat pertama kali buka, iPhoto memerintahkan kita untuk upgrade iPhoto Library. Setelah proses upgrade selesai dan masuk ke dalam iPhoto, gue agak bingung dengan setup keyword-nya. Yang biasanya nongkrong di preferences, kok sekarang tidak ada. Begitu pula saat Get Info (command-I) dari sebuah foto, biasanya di sebelah kiri sidebar muncul panel keyword, di iPhoto '08 juga absen.
Ternyata, setup keyword dipindahkan dari preferences ke menu bar "Window". Setelah window keyword terbuka, di dalamnya terdapat 2 panel (Quick Group & Keywords) dan tombol "Edit Keywords" untuk menambah mengurangi keyword yang kita butuhkan. Cool!
Dan feature pencarian foto dengan keyword tersedia di bawah tool-bar, lengkap dengan pencarian tanggal, rating, title dan description. Woohoooo!!
Walau begitu, terdapat beberapa kesalahan keyword dari foto-foto yang diupgrade dari versi sebelumnya. Sehingga gue harus re-entry keyword untuk beberapa foto yang keywordnya salah.
Akhirnya semua harapan gue tentang well-organized keyword tercapai sudah! Ada shortcut assignment & quick keyword editing dalam satu panel. Soooo much easier!
Selain enhancement feature keyword, ada beberapa feature baru dari iPhoto '08 ini, seperti Event, yang memudahkan kita untuk organize koleksi foto kita berdasarkan event tertentu seperti kawinan, sunatan, 17 Agustus-an etc. Selain itu juga ada feature Compare, Crop dan Highlight Shadow, seperti layaknya editing foto di Aperture.
Penyempurnaan keyword di iPhoto versi ini sudah cukup bagi gue. Jika tiba saatnya iLife '08 tersedia di Kuwait, it's a must-buy item next month! Dengan US$ 79, produk Apple ini layak dimiliki original copy-nya :D
Thursday, August 23, 2007
Nike Epic

I've seen a Nike Epic commercial in YouTube and this backpack become a must-have item for me ever since. Today Ahmad Al Najdi (friend at the office) got it first and show me the special edition version. This lucky bastard got this Nike Epic backpack for KD 49 (Rp 1,5 juta). Dang! This thing is so cool! And, yes, it fits with my MacBook *wink*
Saturday, August 18, 2007
Mardhika Indonesia!

17 Agustus di negeri orang. Ngga bawa bendera Merah Putih, cukup diwakilkan dengan MacBook putih dengan casing Speck warna Merah (dicopot setengah) dan berlatar belakang Kuwait Liberation Tower.
Monday, August 13, 2007
MacBook si Temen Bobok
Sungguh setia si MacBook ini. Rasanya ngga bisa lepas sedetik pun dengannya. Dari urusan komunikasi dengan keluarga Neverland, blogging, browsing, photo & video library semua digeber dalam MacBook generasi pertama ini. Thanks to iLife '06 dengan great iApps-nya (iPhoto, iWeb, iTunes etc). Ngga sabar mau beli iLife '08 yang katanya akan tiba di Kuwait dalam waktu 2 minggu ini.

Termasuk urusan tidur. MacBook dan iPhoto menemani tidur gue. Sebelum merem, slideshow sudah disiapkan lengkap dengan background lagu-lagu favorit keluarga Neverland.
Oh ya. Tidak lupa terima kasih sebesar-besarnya kepada Acho yang sudah bersedia melego MacBook ini ke gue saat sebelum berangkat ke Kuwait :)
Termasuk urusan tidur. MacBook dan iPhoto menemani tidur gue. Sebelum merem, slideshow sudah disiapkan lengkap dengan background lagu-lagu favorit keluarga Neverland.
Oh ya. Tidak lupa terima kasih sebesar-besarnya kepada Acho yang sudah bersedia melego MacBook ini ke gue saat sebelum berangkat ke Kuwait :)
Thursday, August 02, 2007
Digital Craft

Kerja di kantor baru ini, pekerjaan menuntut kami untuk mengerahkan segala kemampuan dan skill. Sebagai motion graphic designer, gue ngga cuma melulu ngoprek dan update perkembangan teknologi, terutama yang menyangkut digital art. Thanks to my boss, Bader, yang encourage (dan menuntut) kami untuk bekerja sesuai kemampuan dan kekuatan masing-masing, gue mencoba untuk membuat style hand-drawing & hand-painting pada sebuah opening program untuk wanita. Walau ujung-ujungnya compositing di Adobe AfterEffects atau Apple Motion, proses kerjanya diawali dengan kerjaan tangan seperti painting dan sketching.

Lightbox seharga US$ 599. Saatnya minta beli Wacom Cyntix :D
Bahkan kalau perlu, pencil tracing dilakukan di atas permukaan Cinema Display, yang berfungsi sebagai layaknya light-box.
Setelah painting, eksperimen watercolor style dilakukan di AfterEffect, menggunakan mesh-warp distortion effect feature. Sehingga menimbulkan efek cat air yang smearing blending dengan air.
Digital and craft at last, done with my hand and my Mac!
Update August 20, 2007
Due to the company policy, I have to delete the project images before on air.
Tuesday, July 17, 2007
Mac in Kuwait
Banyak Apple store tersebar di Kuwait City. Walau harganya bisa (sangat) lebih mahal dibanding Jakarta, tapi pernik dan produk yang dijajakan sangat bervariatif dan jauh lebih lengkap. Pengamatan singkat gue di sini, ada beberapa tempat yang menjajakan produk Apple seperti Mac & More Apple Center di Marina Mall, MacCity di Avenue Mall (dan beberapa tempat perbelanjaan lain) dan yang cukup underground di kawasan Hawali (seperti Glodok Jakarta).

Mac & More Apple Center di Marina Mall

MacCity di Avenue Mall

Mac Shop di Hawali
Kebetulan MacCity merupakan sister company dari tempat gue bekerja, Al Watan TV. Sehingga Mac user kantor bisa mendapatkan beberapa fasilitas potongan harga atau pelayanan khusus lainnya.
Well, at least dengan adanya tempat-tempat ini, kehidupan ber-Mac di Kuwait tidak segersang alamnya.
Mac & More Apple Center di Marina Mall
MacCity di Avenue Mall
Mac Shop di Hawali
Kebetulan MacCity merupakan sister company dari tempat gue bekerja, Al Watan TV. Sehingga Mac user kantor bisa mendapatkan beberapa fasilitas potongan harga atau pelayanan khusus lainnya.
Well, at least dengan adanya tempat-tempat ini, kehidupan ber-Mac di Kuwait tidak segersang alamnya.
Monday, July 02, 2007
Floor Dancing with MacBook
Ini yang gue lakukan saat transit di Dubai, melantai bersama MacBook karena colokan listriknya ada di tembok bagian bawah, sambil nge-wifi dengan network gratis "maxspot". Speednya cukup cepat walau kadang-kadang suka putus. Sayang, pas gue mau download sesuatu seperti software/shareware selalu diblock. Tampaknya memang ngga bisa sembarangan download. Sementara untuk upload ke Flickr, YouTube & Blogger berjalan normal.
Sunday, July 01, 2007
Skype USB VOIP Phone buatan Taiwan
Lagi jalan-jalan di Rumah Kita, Bintaro Plaza nemu sebuah device yang mirip dengan apa yang pernah gue lihat di salah satu toko Apple. Device itu adalah USB Phone yang compatible dengan layanan VOIP Skype. Dikemas plastik dengan spec & system requirement untuk Windows, dengan mini CD di dalamnya berisi installer Skype & driver untuk .. ehm… Windows. Melihat bentuknya, memang mirip plek ketiplek dengan produk USB Phone IPEVO Free-1 - beberapa produk USB Phone dari Taiwan atau China juga mengambil bentuk produk ini seperti di sini.
Dengan harga Rp 119.000 (discount dari Rp 250.000) sepertinya produk ini layak dicoba, sekaligus membangun sarana untuk komunikasi jarak jauh dengan keluarga saat gue berangkat ke Timur Tengah nanti. Saat digunakan di G4 QuickSilver, tidak semua tombol berfungsi kecuali tombol naik turun volume suara & mute. Di System Preferences>Sound, hardware terdetect dengan nama C-Media.
Mencoba dengan Skype di Mac, device USB ini hanya sekedar berfungsi sebagai pengganti speaker & microphone untuk komputer. Suara terdengar cukup jernih walau patah-patah (maklum jaringan internet Telkomnet instant). Microphone juga berfungsi dengan baik. Lumayanlah, yang penting keluarga di tanah air bisa ‘telepon-telepon’an dengan gue di seberang dunia.
Thursday, May 17, 2007
How Vintage Are You?
Nge-wifi di cafe dengan MacBook Pro sudah pernah gue rasakan. Tapi di jaman menjelang Leopard ini, gue masih mencoba untuk menggunakan iBook si Dita untuk nge-wifi di cafe. Kebetulan cafe yang dipilih ada di Bintaro, yaitu Bakoel Koffie (thanks to Acho yang sudah bocorin adanya fasilitas wifi gretong di cafe ini). Suasananya memang vintage pisan, lengkap deh dengan tentengan gue : iBook clamshell 1999 dengan MacOS 10.2.6 (Jaguar).
Ini spek lengkapnya :
- iBook G3 366 mHz
- RAM 128 mb
- HD 5 gb
- AirPort card
So far, gue masih bisa melakukan browsing bahkan upload beberapa video & photo ke Flickr.com atau YouTube. Kendala Javascript bisa teratasi dengan mengganti browser vintage : Internet Explorer 5.2 dengan FireFox terbaru (yang - HORE! - masih support untuk requirement rendah seperti iBook jadul ini).
Jadi, ada yang berani nantangin gue dengan kegiatan yang lebih vintage? Pakai Mac Portable misalnya? :DD Jangan lupa busananya juga kudu vintage!
Thursday, May 03, 2007
Nike+ nongol di Jakarta
Lagi iseng-iseng cari sepatu lari, tiba-tiba di kuping terngiang suara wanita yang sangat gue kenal & akrabi "Press the center button to begin your workout. Beginning workout!". Whoa! Gue cari-cari asal suara tersebut - suara khas feedback di Nike + iPod - dan ternyata di depan toko tersebut sudah terpajang display produk Nike+. Digelar dengan harga sekitar Rp 300 ribuan, lengkap dengan sepatu-sepatu Nike-nya yang harganya bikin mikir dua tiga kali. Tidak terlalu heran jika produk ini akhirnya mendarat juga di tanah air setelah dapat info dari beberapa teman dan blog. Produk yang dilaunch di Amrik sana tahun 2006 silam, baru luncurkan di Indonesia bulan April 2007 dan dipasarkan bulan Mei 2007.
Just wondering, bagaimana strategi promosi produk ini di sini ya? Semoga ngga flops terus hilang ditelan bumi karena publikasi & promosi yang ala kadarnya. Kalau mau bikin promosi olahraga rakyat seperti lomba lari 17-an tapi seluruh nusantara, dan dipool via website seperti lomba-lomba lari yang ada di nikeplus.com. Pasti seru dan pasti laku. Sudah ngga jamannya barang elit dijual dengan pelit. Throw it straight to the right mass and then BOOM!
Untuk sementara, gue masih lomba lari bareng si Rico aja dulu deh sambil menunggu bertambahnya jumlah Nike plus-ers Indonesia. Semoga saja ngga kelamaan nunggunya, yha ngga Ric? Bosen gue lomba sama loe mulu. Sudah gitu, gue terus yang menang :P
Saturday, March 10, 2007
Old Tool Great Tool
Sering tercetus pertanyaan dari pengguna PC/Windows saat mereka sedang mempertimbangkan untuk switch ke Mac : berapa lama umur penggunaan platform ini? Buat yang sudah lama menjalin hubungan dengan Mac, jawabannya akan terpola : lama, lebih lama daripada pakai PC/Windows. Bisa 4 tahun, 8 tahun atau bahkan ada yang masih 'menggunakan' MacPlus atau Mac SE buatan akhir '90 an.
Konsekuensinya bekerja menjadi lebih lambat dan mengabaikan banyak feature terbaru dari software.

Bagi beberapa orang hal tersebut tidak menjadi masalah besar, termasuk gue dan kebetulan bokap gue sendiri. Melakukan pekerjaan reguler bikin cartoon strip Panji Koming (untuk harian Kompas) kini bokap dibantu dengan PowerMac G3 Blue & White buatan tahun 1998. Dari sejak diterimanya G3 ini di tahun 1999, bokap jadi semakin terpacu untuk melengkapi kemampuan hand-drawing-nya dengan fasilitas artistik yang diberikan oleh teknologi. Walau sempat coba-coba software terbaru - OS X, FinalCut Pro, AfterEffect di G4-nya, G3 ini tetap menjadi tool utamanya : kuas dan kanvas canggih.

Old G3 Great G3
Penggunaan sebuah komputer bagi beberapa orang tidak selalu mempertimbangkan kecanggihan atau selalu meng-update perkembangan teknologinya, tapi juga kenyamanan. Kenyamanan user-nya inilah yang membuat lifetime komputer sebagai alat kerja jadi relatif panjang, baik itu Mac atau PC & Windowsnya sekalipun. Hanya saja, gue dan bokap kebetulan merasa lebih nyaman untuk menggunakan Mac-nya selama mungkin. Semakin tua, semakin dirawat dan disayang. It's not just a tool, it's a great tool.
Konsekuensinya bekerja menjadi lebih lambat dan mengabaikan banyak feature terbaru dari software.
Bagi beberapa orang hal tersebut tidak menjadi masalah besar, termasuk gue dan kebetulan bokap gue sendiri. Melakukan pekerjaan reguler bikin cartoon strip Panji Koming (untuk harian Kompas) kini bokap dibantu dengan PowerMac G3 Blue & White buatan tahun 1998. Dari sejak diterimanya G3 ini di tahun 1999, bokap jadi semakin terpacu untuk melengkapi kemampuan hand-drawing-nya dengan fasilitas artistik yang diberikan oleh teknologi. Walau sempat coba-coba software terbaru - OS X, FinalCut Pro, AfterEffect di G4-nya, G3 ini tetap menjadi tool utamanya : kuas dan kanvas canggih.
Old G3 Great G3
Penggunaan sebuah komputer bagi beberapa orang tidak selalu mempertimbangkan kecanggihan atau selalu meng-update perkembangan teknologinya, tapi juga kenyamanan. Kenyamanan user-nya inilah yang membuat lifetime komputer sebagai alat kerja jadi relatif panjang, baik itu Mac atau PC & Windowsnya sekalipun. Hanya saja, gue dan bokap kebetulan merasa lebih nyaman untuk menggunakan Mac-nya selama mungkin. Semakin tua, semakin dirawat dan disayang. It's not just a tool, it's a great tool.
Labels:
Blue and White,
cartoon,
G3,
Panji Koming,
PowerMac
Tuesday, February 20, 2007
Ditantang di NikePlus.com
Hari ini gue dapat email dari seseorang NikePlus-ers yang mengajak gue untuk mengikuti 'lomba lari' 100 miles se-Asia di NikePlus.com. Dan sudah ada 8 kontestan yang mengikuti lomba ala NikePlus ini.
Gue baru saja bikin lomba bareng teman gue si Rico (dengan target lari 10 km dalam waktu seminggu) dan ini pun juga sekedar iseng belaka. Manusia-manusia seperti gue dan Rico sudah terlalu hypernurbs alias hypertambun untuk bisa berdedikasi penuh melakukan olahraga, apalagi lari pagi. Pakai sensor NikePlus juga sekedar motivator untuk menghancurkan tembok 'kemalasan'. Lha ini tiba-tiba 'ditantang' untuk lomba se-Asia. wakakakakakakak...
Coba aja kali yee... Hitung-hitung buat tambahan motivasi untuk selalu rajin berlari.
Gue baru saja bikin lomba bareng teman gue si Rico (dengan target lari 10 km dalam waktu seminggu) dan ini pun juga sekedar iseng belaka. Manusia-manusia seperti gue dan Rico sudah terlalu hypernurbs alias hypertambun untuk bisa berdedikasi penuh melakukan olahraga, apalagi lari pagi. Pakai sensor NikePlus juga sekedar motivator untuk menghancurkan tembok 'kemalasan'. Lha ini tiba-tiba 'ditantang' untuk lomba se-Asia. wakakakakakakak...
Coba aja kali yee... Hitung-hitung buat tambahan motivasi untuk selalu rajin berlari.
Sunday, February 18, 2007
Runometer for Nike+
Bagi para Nikeplus-ers yang malas menunggu proses loading website nikeplus.com, ini ada website alternatif, Runometer.com yang lebih praktis untuk mengumpulkan semua running report data dari iPod nano dan dipublikasikan di internet (lewat blog). Anda harus meng-upload XML data dari iPod nano, melalui tahap-tahap yang dijelaskan di website ini.
Silakan mencoba.
Last ten runs :

Recent runs :
Silakan mencoba.
Last ten runs :
Recent runs :
Wednesday, January 31, 2007
Adapter Plug Plastic Surgery
Gue pernah punya kasus dengan colokan yoyo adaptor punya PowerBook G3 Pismo gue. Terutama pada bagian sambungan adapter plug-nya (ujung yang 'nyolok' ke power PowerBook/iBook). Sambungannya sedemikian ringkih sehingga mudah putus karena terpelintir. Apalagi sudah memasuki tahun 2007, umur adaptor tersebut jadi makin renta dan gampang sakit-sakitan.

Tahun 2004 lalu gue pernah posting iseng-iseng dalam bentuk PDF : cara ngakalin sambungan adapter plug yang putus. Bagi yang membutuhkan bisa download file PDF nya di sini :
http://homepage.mac.com/pinot/FileSharing1.html

Tahun 2004 lalu gue pernah posting iseng-iseng dalam bentuk PDF : cara ngakalin sambungan adapter plug yang putus. Bagi yang membutuhkan bisa download file PDF nya di sini :
http://homepage.mac.com/pinot/FileSharing1.html
Sunday, January 21, 2007
Akhirnya Lari Plus!
Gue yang pemalas ini akhirnya bisa makin giat bangun pagi & berolahraga. Tujuan utamanya tentu saja biar sehat, namun tujuan utama yang kedua (maksa!) adalah mencoba mainan baru : Nike + iPod. Thanks to Dirgayuza yang bela-belain bawa dari Ozzie - yang kayanya iba lihat video gue :DDD

Gue tidak akan mereview secara detail tentang barang ini, toh sudah banyak review yang lebih canggih di luar sana - mengingat barang ini sudah dijual di pasaran sejak pertengahan tahun lalu. Dan dari lokal, saudara Agus sudah terlebih dahulu mencicip barang ini dan me-reviewnya. Gue hanya ingin bercerita sisi lain tentang Nike + iPod ini.


Begitu Nike + iPod di tangan, gue sudah merencanakan beberapa trik untuk mengakali bagaimana agar sensor ini bisa bekerja di sepatu non Nike. Daripada gue maksain beli Nike Airmax 180+ seharga 1 jutaan, mending Adidas butut gue yang dioptimalkan. Berbekal tutorial untuk nge-hack sensor Nike + ini, gue sudah menyiapkan barang-barang yang diperlukan. Singkat kata, Adidas butut gue ada sensor Nike + inside.



Adidas +, sepatu resmi +, sepatu casual +, sandal cantik +, sandal busuk +
Dan dengan bantuan 'velcro' fastener, gue bisa pasang sensor ini di semua alas kaki, seperti sandal jepit busuk gue. Kebetulan gue ditugasi Dita untuk beli beras dan warung-nya rada jauh. Sekalian deh test-drive untuk kegiatan jalan jauh. Toh jalan kaki jarak jauh sebenarnya juga dianggap olahraga, kan?

Untuk kegiatan lari, konsentrasi irama lari & pernafasan gue sempat terpecah untuk terus memperhatikan layar iPod nano gue. Gue penasaran dengan tingkat ke-presisi-an dari informasi pace, distance & waktu yang gue lakukan. Hasilnya cukup memuaskan setelah dibandingkan dengan informasi dari GPS device (gue masih nenteng gadget satu ini - sekedar buat perbandingan saja). Dan akibatnya, lari gue jadi agak dipaksakan walau sedikit terasa lelah karena termotivasi suara feedback merdu dari iPod nano gue yang rajin memberi laporan jarak tempuh. Seperti disemangati oleh kaki gue sendiri.
Dengan bandwith 'butut', gue rada ngga sreg dengan web application Nikeplus. Jika untuk menjalin network tantangan dengan berbagai pelari seluruh dunia, web application ini sangat menyenangkan & memberi motivasi untuk menjadi yang terbaik. Namun jika hanya ingin melihat progress report kegiatan lari, kok yha mesti online. Untuk offline, preview di iTunes hanya tersedia info ala kadarnya, yang sebenarnya bisa cukup dilihat di layar iPod nano gue. Ada satu software yang jadi unggulan gue : TrailRunner. It's great! And best of all, it's free! Silakan baca review gue.
Sekali lagi, terima kasih kepada Yuza. Terima kasih sudah membuat kaki gue bolak-balik mengajak olahraga tiap pagi.
Run to these links :
metacomment.com/blog/2007/01/06/diy-nike-plus-hack/
www.engadget.com/2006/07/17/nike-ipod-works-with-any-shoe-the-99-cent-diy-shoe-mod/
Gue tidak akan mereview secara detail tentang barang ini, toh sudah banyak review yang lebih canggih di luar sana - mengingat barang ini sudah dijual di pasaran sejak pertengahan tahun lalu. Dan dari lokal, saudara Agus sudah terlebih dahulu mencicip barang ini dan me-reviewnya. Gue hanya ingin bercerita sisi lain tentang Nike + iPod ini.
Begitu Nike + iPod di tangan, gue sudah merencanakan beberapa trik untuk mengakali bagaimana agar sensor ini bisa bekerja di sepatu non Nike. Daripada gue maksain beli Nike Airmax 180+ seharga 1 jutaan, mending Adidas butut gue yang dioptimalkan. Berbekal tutorial untuk nge-hack sensor Nike + ini, gue sudah menyiapkan barang-barang yang diperlukan. Singkat kata, Adidas butut gue ada sensor Nike + inside.
Adidas +, sepatu resmi +, sepatu casual +, sandal cantik +, sandal busuk +
Dan dengan bantuan 'velcro' fastener, gue bisa pasang sensor ini di semua alas kaki, seperti sandal jepit busuk gue. Kebetulan gue ditugasi Dita untuk beli beras dan warung-nya rada jauh. Sekalian deh test-drive untuk kegiatan jalan jauh. Toh jalan kaki jarak jauh sebenarnya juga dianggap olahraga, kan?
Untuk kegiatan lari, konsentrasi irama lari & pernafasan gue sempat terpecah untuk terus memperhatikan layar iPod nano gue. Gue penasaran dengan tingkat ke-presisi-an dari informasi pace, distance & waktu yang gue lakukan. Hasilnya cukup memuaskan setelah dibandingkan dengan informasi dari GPS device (gue masih nenteng gadget satu ini - sekedar buat perbandingan saja). Dan akibatnya, lari gue jadi agak dipaksakan walau sedikit terasa lelah karena termotivasi suara feedback merdu dari iPod nano gue yang rajin memberi laporan jarak tempuh. Seperti disemangati oleh kaki gue sendiri.
Dengan bandwith 'butut', gue rada ngga sreg dengan web application Nikeplus. Jika untuk menjalin network tantangan dengan berbagai pelari seluruh dunia, web application ini sangat menyenangkan & memberi motivasi untuk menjadi yang terbaik. Namun jika hanya ingin melihat progress report kegiatan lari, kok yha mesti online. Untuk offline, preview di iTunes hanya tersedia info ala kadarnya, yang sebenarnya bisa cukup dilihat di layar iPod nano gue. Ada satu software yang jadi unggulan gue : TrailRunner. It's great! And best of all, it's free! Silakan baca review gue.
Sekali lagi, terima kasih kepada Yuza. Terima kasih sudah membuat kaki gue bolak-balik mengajak olahraga tiap pagi.
Run to these links :
metacomment.com/blog/2007/01/06/diy-nike-plus-hack/
www.engadget.com/2006/07/17/nike-ipod-works-with-any-shoe-the-99-cent-diy-shoe-mod/
Subscribe to:
Posts (Atom)
