Monday, December 10, 2007

Memory Underload



Jika otak kita dibandingkan dengan kapasitas hard disk atau penyimpanan data yang umum kita gunakan, berapa giga? Tera? Peta? Sudah pasti lebih besar dari kapasitas hard disk saat ini. Tapi mengapa kita masih menggantungkan diri pada secuil memory card yang hanya 256 mb atau 512 mb untuk menyimpan informasi nomor telepon, agenda, catatan dan lain-lainnya? Coba ingat-ingat nomor telepon salah seorang saudara kita. Dijamin langsung buka saku sabet handphone dan buka phonebook. Lantas, jika kita menggantungkan segala informasi pada silicon memory - bukan otak kita sendiri - apakah nantinya otak kita menjadi malas? Apakah otak kita sendiri sudah sedemikian penuhnya hingga membutuhkan alat bantu?
Otak kita mungkin tidak dibuat malas oleh perilaku ini, tapi menciptakan habit baru. Kita jadi suka parno sendiri jika catatan tersebut hilang. Panik jika lupa membackup data digital tersebut. Menyatakan diri lupa - padahal mungkin terselip dalam ingatan otak kita - jika phonebook terhapus. Blame it to the storage, tanpa sedikit pun usaha mengingat dengan mengubek-ubek otak kita sendiri sebagai main-server. Otak kita jadi penonton pasif saat harus mengingat informasi tertentu dengan mengandalkan Google dan WikiPedia. Perilaku yang berujung pada ‘kebodohan’ modern : saat terlepas dari sarana digital tersebut, dalam sekejap menjadi ngga tahu apa-apa.
Kebetulan nemu artikel menarik di majalah Wired terbitan Oktober 2007. Clive Thompson, sang kolumnis mengulas tentang fenomena ini.

“We’re outsourced important peripheral brain functions to the silicon around us.”

Dan celakanya,

“..feel much smarter when I’m using the internet as a mental plug-in”

Menurut si Clive, kita membebaskan sekian luas area otak kita untuk melakukan ‘human’ tasks seperti untuk berkhayal, brainstorming atau bermimpi. Dengan penugasan seperti itu, otak bisa tetap bekerja dan kita dibantu melakukan hal-hal kompleks menggunakan sarana digital. Seperti halnya kita nge-blog, otak kita berkhayal dan merancang cerita. Dibantu dengan ingatan Google untuk memperkaya cerita yang sedang kita bangun. Bahkan dengan penggabungan antara organic memory dan silicon memory, kadang kita bisa menemukan ide-ide baru dan pandangan yang tidak terbayang sebelumnya.
Perilaku mengandalkan peyimpanan informasi alternatif (mencatat) sudah menjadi kebiasaan sehari-hari kita dari sejak kecil hingga beranjak pikun. Tanpa mencoret di kertas catatan, sudah pasti hidup kita berantakan. Dengan PDA kita terbantu dengan catatan digital, yang suatu saat bisa diakses dengan mudah. Hanya saja, demi menjaga stamina otak kita sebagai media read (menyimpan) dan write (mengingat), kita tetap harus melatihnya. Gue mulai mencoba untuk mengingat alamat rumah lengkap dengan zip code-nya, mengingat nomor telepon teman terdekat, mengingat hari ulang tahun. Tidak melulu copy paste, beam via IR atau bluetooth. Gue tetap berusaha untuk tetap menulis catatan dengan tangan. Dan mengimbangi peran antara iPhone dengan buku catatan konvensional. Lebih penting lagi, otak tetap bekerja untuk hal-hal yang penting untuk diingat. Yang ece-ece biar urusan silicon memory.

“I want my organic brain to contain vast stores of knowledge and my silicon overmind to contain a stupidity huge amount more. I’d like to be able to remember my own phone number..”

Begitu Clive Thompson menutup kolomnya.

Sunday, December 09, 2007

iPhone as Sneaky Cam?



iPhone produk hype 2007 vs gadget tua buatan tahun 2003?
iPhone yang bisa telepon, web browsing, ada iPod dengan MacOS X dibandingkan dengan Sony Clie PEG UX50 yang menggunakan ill-fated PalmOS?
iPhone yang didaulat menjadi inovasi tahun ini oleh majalah Time disanding dengan ... ah sudahlah.
Yha jelas Sony Clie PEG UX50 ngga ada apa-apanya di banding gadget pujaan jutaan manusia, iPhone.

Tapi, untuk suatu kebutuhan tertentu sangat payah buat gue. Kebutuhan tersebut adalah melakukan kegiatan merekam gambar foto/video secara diam-diam. Maklum, gue hobi banget merekam situasi dan object dengan sneaky-sneaky. Karena pada dasarnya, gue kalau sudah nge-blog wajib hukumnya pakai informasi gambar. Contohnya saat merekam fenomena unik wanita-wanita Kuwait yang getol pakai boot menjelang winter.

Kalau sudah urusan sneaky shot, favorit gue adalah handphone SonyEricsson W710i dan Sony Clie PEG-UX50. Gue bisa merekam diam-diam seolah-olah sedang menelepon atau mencatat di PDA. Sementara, iPhone memang hebat dari segi kualitas jepretan gambar tapi :

- Tombol jepretan bukan menggunakan tombol Home, tapi harus meraba-raba tombol di area multi-touch screen. Beberapa kali gagal rekam, karena posisi jari tidak pada tombol jepretan

- Sulit untuk mengira-ngira komposisi gambar object yang direkam, seringkali out-frame. Jika menggunakan Clie, gue bisa tetap membidik tepat sasaran dengan gesture seolah-olah sedang menulis sesuatu distylus gue

- Fix camera position membuat sulit untuk mengarahkan mata kamera ke object. Dengan Clie, kamera bisa dirotate disesuaikan tingkat kemiringan tangan saat memegang Clie

- Worst of all, iPhone tidak bisa merekam video! Terutama saat mengabadikan peristiwa yang membutuhkan informasi audio video.

- Jika sesuatu terjadi - ketahuan motret object sensitif dan gadget disita pihak yang keberatan - maka hasil jepretan gambar terpaksa ikut tersita. Sementara, jika menggunakan Clie PEG UX-50, gue tinggal cabut Memory Stick dan diumpetin :D

Sementara ini, untuk kebutuhan sneaky cam gue terpaksa membawa minimal 2 gadget sekaligus : iPhone dan my beloved old Sony Clie PEG-UX50.

Wednesday, December 05, 2007

Multi'Baby'Touch



Gue suka amaze dengan MultiTouch user interface dari iPhone dan iPod Touch. Apa iya sangat mudah digunakan dan membuat kita otomatis menggerakkan jari-jari kita dipermukaan gelas gadget ini. Seperti yang diposting sebelumnya, 2 krucil kami, Leia 1 tahun dan Arwen 3 tahun sangat akrab dengan iPod Touch dan iPhone. Jari-jari mereka menari-nari menjalankan beberapa aplikasi seperti menonton video. Yang lebih membuat gue amaze, Arwen bisa dengan mudah mengenail icon masing-masing aplikasi dan menjalankannya. Jika ada SMS masuk saat menonton video, Arwen langsung klik tombol "Ignore" dan melanjutkan tontonannya kembali. Tombol "Slide to Unlock" juga tidak menjadi masalah bagi Arwen, jari mungilnya langsung menggeser slider untuk menyalakan iPhone.

Menarik juga untuk dijadikan bahan riset :D

More :
http://multi-touchscreen.com/iphone.html

Tuesday, November 13, 2007

Apple Expression

Ngga penting banget. Itu yang dilakukan orang-orang saat berpose dengan produk-produk Apple di sekitar mereka.


Post-iPhone-madness


Eman is sweating get his US$ 150 Leopard. Rooaaarrrrr


X marks the spot. Jaber, do you want to meet your kitten with Apple Leopard?


Hungry for Mini


Sami, the circus man


Sami, the circus man (yea whatever)

Tuesday, November 06, 2007

Arwen Touch



Ternyata interface multi-touch bisa menggoda dan menyihir jari balita untuk menari-nari di atas layar. Seperti saat Arwen menghibur diri melihat gambar di iPod Touch-nya. Pinching, spreading, dragging. Memang dari lahir kita sudah terlatih untuk menggunakan jari, sehingga tidak butuh latihan khusus saat bertatap dengan interface multi-touch.

Sunday, November 04, 2007

Wallpaper Bilang Keju

Bosan dengan wallpaper iPhone, iseng bikin lagi sambil melatih tangan nggambar di Wacom Intuos 3.



Thursday, November 01, 2007

Wacom Intuos 3



Woohoo. Bos datang bawa 'belanjaan' dari kantor pusat : Wacom Intuos 3. Langsung diperawanin dan test-drive. Sebagai penganut faham mending-gambar-di-atas-kertas-terus-discan, gue cukup puas dengan Wacom ini. Apalagi model ini menggunakan permukaan yang sedikit kasar seperti layaknya kertas. 

Ini hasil test drive-nya. Iseng sekalian buat wallpaper iPhone :D


Alternative wallpaper for Springboard


Wallpaper

Monday, October 22, 2007

Buka Gembok Jilid 1.1.1



Berkat petunjuk baru di website Hack the iPhone, akhirnya memberanikan diri membuka gembok iPhone ber-firmware 1.1.1. Dan berhasil. Bermodalkan iPhone tumbal milik seorang teman yang memasrahkan iPhonenya untuk dibukakan gemboknya di tangan gue yang hanya modal nekad dan sok tahu :D

Berikut kesimpulannya :
1. Untuk iPhone 1.1.1 out-of-the-box bisa langsung mengikuti petunjuk dari website di atas
2. Untuk iPhone 1.1.1 yang sudah didowngrade ke 1.0.2 (sudah dioprek bolak balik, berhasil unlocked dan berniat meng-upgrade balik ke 1.1.1) sebelum mengikuti petunjuk website, harus direstore/dikembalikan ke firmware 1.1.1 dengan cara restore di iTunes. Pastikan file firmware 1.1.1 (iPhone1,1_1.1.1_3A109a_Restore.ipsw) sudah tersedia di komputer untuk kemudian dipilih saat menekan tombol (option - click) Restore di iTunes. Setelah yakin bahwa iPhone sudah kembali ke firmware 1.1.1, baru lanjutkan untuk memulai proses buka gembok di website tersebut.
3. Untuk iPhone 1.0.2, sama seperti pada point 2. Pilih file firmware yang sesuai saat (option - click) Restore di iTunes.
4. Lakukan unlock dengan software AnySIM 1.1 di akhir petunjuk (halaman 3) website tersebut.

Berita cepat tersebar dan kini sudah ada beberapa teman di kantor (yang ketularan wabah iPhone) memohon bantuannya untuk dibukakan gembok dengan imbalan ditraktir makan :D

Friday, October 19, 2007

iPhone Madness - Last Part



Oke oke oke. Gue akui. Akhirnya gue ikut terseret dalam 'kegilaan' iPhone yang melanda kantor akhir-akhir ini. Akibatnya cukup fatal. Jika sebelumnya hanya sebagai penonton duduk manis (menikmati pertunjukkan Eman dkk unlock iPhone), gue sudah seminggu tidak tidur sempurna karena penasaran berusaha buka gembok (unlock) sebuah iPhone. Dan lebih parah lagi, Eman yang sudah berhasil dengan iPhone berfirmware 1.0.2, tidak bisa membantu banyak karena gue berhadap-hadapan dengan iPhone baru ber-firmware 1.1.1. 

Terus terang gue buta sama sekali saat memulai ngoprek. Baru nyadar bahwa iPhone yang di tangan ber-firmware 1.1.1 pun setelah beberapa kali gagal. Modalnya cuma pede dan nekat! Serta sedikit pengetahuan (kalau boleh dibilang minim) tentang Terminal.app di MacOS. Dan yang gue share di sini murni pengalaman pribadi, sehingga tidak bisa dijadikan sebagai jaminan bahwa informasi ini membuat iPhone 1.1.1 bisa ulocked sukses 100%. Ini pun juga bisa dilakukan karena guidance dari teman-teman di id-iphone.org (thanks guys!). Your millage may vary.

Awalnya, gue mengikuti prosedur yang tersedia di website ModMyiPhone. Dan berhenti di bagian terakhir instruksi saat proses unlock dengan Unlock.app dengan pesan status - di layar iPhone - Unlock Failed.

Berikutnya, gue coba menggunakan prosedur  di website HacktheiPhone. Kali ini menggunakan software unlock AnySIM.app. Pun gagal juga dengan status error "Couldn't locate bytes to patch".



Dari sini gue sadar (setelah baca-baca di forum dengan mata berair belum tidur) bahwa ada satu kutu kupret yang bernama baseband firmware atau modem firmware. Walau iPhone sudah didowngrade ke firmware 1.0.2, si baseband ini tetap tidak bergeming - bertahan di firmware 1.1.1.

Note : iPhone firmware 1.0.2 menggunakan baseband firmware 3.14.08_G. Sementara iPhone baru firmware 1.1.1 menggunakan baseband firmware 04.01.13_G.

Tanggal 13 Oktober dini hari (setelah kemarin lebaran hari pertama), gue browsing cari info tentang bagaimana downgrade baseband firmware. Tidak ada cara yang bisa diterima dengan nalar awam gue. Siang harinya, ternyata informasi downgrade baseband firmware sudah tersedia di situs iPhone elite. Mengikuti petunjuk, akhirnya gue berhasi downgrade baseband firmware, dengah harapan saat proses unlock dengan AnySIM bisa mulus. Ternyata, saat unlock, AnySIM masih memberi pesan error "Incorrect SIM". Gubrak!

Dari tahap ini, gue sudah semakin linglung dan bingung. Pemahaman minim tentang detail teknis mendorong gue untuk bertanya-tanya pada suhu-suhu di id-iphone.org. iPhone sudah bolak balik direstore dan diperawanin masih tidak ada hasil. Sempat tergoda untuk menggunakan jalur iPhone SimFree.

2 hari kemudian, situs ModMyiPhone memberi update baru tentang tahap-tahap unlock iPhone, lengkap dengan tahap downgrade iPhone ke 1.0.2, downgrade baseband dan upgrade (lagi) ke 1.1.1. Untuk pertama kalinya setelah bolak balik di restore, si iPhone kembali ke firmware out-of-the-box : 1.1.1, ditandai restore dengan gambar kabel iSync dan logo iTunes - sebelumnya selalu gambar rambu kuning segitiga. Dan software iNDependence (saat itu versi 1.2.1 - terbaru adalah 1.2.4, cek di sini) memungkinkan iPhone masuk dalam mode DFU (Device Firmware Upgrade) tanpa harus susah-susah tekan tombol Home & Sleep 10 detik.
Hasilnya masih nihil. AnySIM masih ngotot bilang "Incorrect SIM".

Setelah restore ulang bolak balik, iPhone dibiarkan istirahat di dalam kotak dengan status terakhir masih terkunci - firmware 1.0.2 dan baseband 03.14.08_G. Tanggal 17 Oktober pagi, seorang rekan kerja memberitahu bahwa AnySIM terbaru sudah release dengan versi 1.1. Gue disuruh buka blog suaminya di sini. Niatnya kerja, malah balik ngoprek iPhone. Dengan baca keterangan sambil lalu, gue dengan sok tahunya langsung pasang SIM card baru (SIM card AT & T sudah dijadikan korek kuping) dan melakukan tahap downgrade - upgrade seperti tertera di situs ModMyiPhone. Saat iPhone sudah dengan firmware 1.1.1 (baseband 04.01.13_G), AnySIM 1.1 yang terinstall tidak muncul di menu. Lah!?? Ada apa gerangan??
iPhone pun dikembalikan ke posisi DFU mode dengan iNDependence 1.2.2. Berikut tahap yang gue lakukan di stage terakhir :

1. iPhone kudu dalam kondisi DFU mode (sudah ada iNDependence ver
1.2.3 yg bisa langsung membuat iPhone masuk DFU mode). Baik itu yg
1.0.2 mau pun yg 1.1.1.

2. Downgrade di iTunes dengan pencet (option + restore) dan select
folder firmware nya. Diakhiri dengan Error dan layar iPhone jadi
rambu segitiga kuning.

3. Aktifkan dengan software iNDependence. Kalau ngga mau activated,
quit iNDependence terus buka iTunes. Setelah itu pencet tombol power
di iPhone (atau home - gue lupa) sampai layar iPhone jadi bola dunia.
Quit iTunes dan balik lagi ke iNDependence. Aktifkan dan quit.

4. Jalankan AppTapp dan masukkan BSD dan OpenSSH.
Notes :
  • Kalau ngga ada koneksi wi-fi, software BSD & OpenSSH bisa download lgs ke Mac dari website http://pxl.ibrickr.com/
  • Kemudian diupload ke iPhone dengan software Breezy (http://code.google.com/p/pxl/).
  • SSH bisa diinstall dari iNDependence

5. Download AnySIM dan upload ke iPhone melalui software Fugu atau
Cyberduck (gue sampe skarang masih ngga ngerti hubungannya bebek sama
iPhone apa :) ) Jangan lupa restart iPhonenya supaya icon AnySIM
nongol di menu.

6. Jika sebelumnya downgrade base band
dulu (dengan bbupdater & ieraser) sekarang ngga perlu karena AnySIM
sudah ngurusin semuanya tanpa harus downgrade.

7. Jalankan AnySIM, baca bismillah, berdoa yang kusyuk, komat kamit
sebentar di layar iPhone muncul "Unlock succesful". Selama ini, gue
belum pernah lihat pesan itu, selalu dibilang flashing berhasil tapi
unlock gagal. Dan ujung-ujungnya Incorrect SIM.

Wooohooooo!! iPhone direstart dan sinyal operator telpon gue penuh! Akhirnya jebol gemboknya! Kabar tersebar di kantor, menyebabkan beberapa rekan kerja yang awalnya tidak terlalu tertarik dengan iPhone, kini mulai blingsatan cari info bagaimana beli iPhone. Mau locked atau unlocked ngga masalah, yang penting mereka sudah menyaksikan sendiri di depan mata bahwa sebuah iPhone 1.1.1 bisa dibuka gemboknya - padahal juga belum tentu jaminan pasti unlocked. Lha wong yang ngerjain amatiran :D

Yang penting sekarang bisa tidur tenang lagi!!

Thursday, October 11, 2007

iPod Lebaran

Apple bikin special product menyambut hari raya Idul Fitri?
Nggak, ini cuma sekedar video ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri with Apple style :)



Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H, mohon maaf lahir dan bathin.

Original video see here : apple.com/ipodnano/ads/

Note : Sala ketik. Made of Mac, mestinya Made on Mac :P

Monday, October 01, 2007

iPhone Madness Part 4

Ngga perlu punya iPhone untuk bisa menikmati lekuk tubuh dan lembut kulitnya. Sementara Eman sedang sibuk ngutak ngatik iPhone orang, gue bercengkerama dan berselingkuh dengan iPhonenya, merekam kecantikannya dengan kamera foto.

Ini beberapa hasil perselingkuhan kami :




Eman's new girlfriend™

More in our Flicker here.

iPhone Madness Part 3


Penasaran is our middle name

Apalah artinya 12 jam lebih (atau bahkan total 20-jam tanpa tidur) demi iPhone yang bisa unlocked dan fully-functioned dengan menggunakan provider Kuwait : Zain & Wataniya. Gagal, ulang, gagal, ulang demikian seterusnya. Bahkan gue pun ikut memantu dengan membaca arsip email dari teman-teman di mailing list id-apple & id-mac. Salah satunya email dari bos Steven yang bertanggal 1 Oktober 2007 tentang downgrade firmware iPhone. *thanks bos!*

Ahmad, si pemilik iPhone agak tidak sabar menunggu buah hatinya bisa segera berfungsi. Sampai dengan blog ini diposting, gue sudah di rumah dan Eman masih di kantor bersama Ahmad, menyelesaikan semua perjuangan hingga mission accomplished.

Eman, nanti bantuin gue yha kalo gue jadi ikutan gila iPhone?>

Sunday, September 30, 2007

iPhone Madness part 2


Ahmad and his unopened iPhone box. What's in your left hand? A gigantic pendant for your ear?

Here he goes again, Ahmad and his 'just-arrived' iPhone. So he is the 3rd iPhone person in this creative department (1st Nataly & 2nd Sulaiman). And who's gonna be the 4th? Sami? Change your mind already? :D

Me? Naahhh... I'd rather keep my SonyEricsson and wait for the iPod Touch. Unless.... um.. rrr... we'll see.


Okay! Okay! I get it! It's not a gigantic pendant! It's a pouch with Product (RED) iPod Shuffle inside!

Tuesday, September 25, 2007

Gila iPhone


The worldwide hype is in my palm!

Semenjak dapat kabar bahwa iPhone bisa unlock-ed di Kuwait dan sukses menggunakan provider selular lokal (info di sini & sini), di kantor semua berlomba-lomba membelinya. Sami yang selama ini kagak peduli dengan hal-hal berbau gadget, tidak ketinggalan membawa selembar koran lokal dengan iklan iPhone yang dijual sebuah toko. Dari iklan tersebut, didapat informasi harga yang dipatok untuk iPhone 8 Gb 250 KD alias Rp 7,5 juta! Beberapa kali lipat dari harga website (US$ 399)! Seorang rekan malah berhasil mendapatkan dengan harga 180 KD atau Rp 5 juta.
Ahmad, teman kami langsung kalap, membuka website Apple dan memesan dengan biaya tambahan untuk pajak (US$ 35) dan shipping (US$ 16). Mendekati akhir bulan, sudah terhitung tingkat populasi iPhone di kantor sekitar 4 unit. Tambah 2 lagi jika Papin & Bayu mantap untuk membeli (Eman! Kabari mbak Susi dong!!! Please!). Dan mungkin 1 unit lagi jika Yoswar bisa keluar dari kemelut kebingungannya memilih beli iPhone (sementara dia baru saja beli HTC SmartPhone.. ewww), beli iMac/MacBook Pro atau menabung.


Eman and his new girlfriend... literary :P

Memegang dan mengelus benda ini seolah turut menjadi bagian iPhone-hype seluruh dunia. Definetely, you are the part of hype! The design and user-interface hypnotizes me and blurs me away from any of the dark side of this thing. Masalah bluetooth pairing, batere boros, sinyal wi-fi naik turun dan segala ketidak-sempurnaannya tidak mampu mengurangi rasa kangen akan adanya Apple PDA setelah Newton wafat beberapa tahun silam. It's about time, a MacOS in my palm.

Read more on Mark's blog.

Update : 1 minus point. The Bluetooth function in iPhone only works for its handsfree unit. No serial, no OBEX, no remote! Bummer!!! Shoulda say 5 minus points??

Update : 1 minus point for iPhone population. Yoswar is officially saying to keep his HTC SmartPhone (ewww...!).

Sunday, September 23, 2007

Pupus Sudah Harapan



Baru ngeh, 3 game yang gue tunggu-tunggu dari EA games : Command & Conquer 3, Need for Speed : Carbon & Battlefield 2142 ternyata tidak bisa dijalankan di mesin ber-graphic card GMA950 (MacBook gue!!)
*nangis meraung sambil jedukin kepala keras-keras ke bantal*

Mending jual MacBook dan ganti new iMac... atau beli PlayStation 3?

Tuesday, September 18, 2007

Abandoned Apple Store



Jalan-jalan ke Kuwait City, nemu toko Apple tua yang sudah ditinggalkan sejak lama. Gelap, berdebu, kotor memberikan eerie-feeling, seolah semua arwah produk-produk Apple lama bergentayangan di dalamnya. Sayang, saat kami mendatangi tempat tersebut sudah malam & gelap, sehingga tidak dapat melihat isi toko tersebut dengan jelas.


Logo 6 warna yang memudar dimakan waktu

Nataly's husband, Mark, punya dokumentasi saat di dalamnya masih tersimpan produk-produk Apple. Pengen rasanya menjarah isinya dan mengkoleksikan semuanya. Check his photos! Buat pengguna Mac lama, melihat gambar-gambar tersebut, rasanya masuk ke dalam ruang waktu saat semuanya masih 6 warna.

Monday, September 17, 2007

New Cinema Display


Saat balik kantor setelah buka puasa, mendapatkan 20 inch Cinema Display gue diganti jadi 23 inch Cinema Display. Woohoo!! Sekarang ngedit project HD (1920 x 1080 pixel) ngga perlu resize window lagi! Sekalian jajal nonton DVD punya bos Bader : Koyaanisqatsi-nya Francis Coppola!

Cuma sayang, lampu IKEA-nya ngga bisa dijepit di monitor lagi deh - 23 inch Cinema Display lebih tebal 2 cm dibanding yang 20 inch :)

Saturday, September 15, 2007

Leopard in Space





Baru saja download file intro-movie & intro-music installer MacOS X 5 (Leopard). Movie-nya mengambil konsep tata surya atau galaksi, sebagai benang merah dengan feature Time Machine dari Leopard. Seperti intro-movie Tiger yang mengambil ide spotlight dari feature unggulan Tiger yang bernama (duh!) Spotlight.

Sementara musiknya sendiri tidak berbeda jauh dengan versi Tiger. Hanya ada perubahan aransemen.
Lumayan bisa dipakai buat ringtone handphone, sambil nunggu bulan Oktober :D
Silakan download file mp3-nya di sini.

Omong-omong ringtone, gue kompilasi beberapa alert sound khas Mac, termasuk start up chime untuk dijadikan ringtone. Silakan download di sini.

Tuesday, September 11, 2007

iMac di News Room Al Watan TV

Penampakan iMac di ruang redaksi dan newsroom Al Watan TV. Wondering mereka pakai software apa ya? NewsStar for Mac? e-News? Mesti main-main nih ke redaksi.

video

Sunday, September 02, 2007

Usap-usap New iMac


Mac & More, Marina Mall, Kuwait

Pada satu kesempatan, kami berempat ke Mac & More (sebuah Apple store di Marina Mall) untuk membeli MacBook. Sekaligus menukarkan keyboard Arab MacBook si Eman menjadi international keyboard (biayanya KD 45/Rp 1.350.000-an). Tanya sana tanya sini, ternyata toko ini sudah memasukkan iMac baru dalam daftar dagangan mereka. Satu box iMac khusus dibuka untuk memperlihatkan barang cantik ini kepada kami. Mereka menjual dengan harga KD 640/Rp 19.000.000-an. Cukup mahal dibandingkan harga di toko teman-teman kami di Indonesia.


Menyibak busana si cantik... maksudnya si iMac baru

Kami pun mengerubung mengusap-usap si cantik iMac ini *drolling*. Sayangnya, mereka belum menjual iMac baru ini dengan keyboard aluminium dengan alasan belum ada kiriman. Untungnya memang kami tidak ada rencana untuk membeli, usap-usap saja cukup untuk sementara ini :D


Barang-barangnya cukup variatif dan lengkap di sini

Thursday, August 30, 2007

Moving to Pro Apps (Gradually)


Yoswar dengan Color sedang color-grading Adzan untuk Ramadhan

Sebelum ini kami bekerja mengandalkan software underground, mengingat kondisi finansial perusahaan yang lebih memprioritaskan ke hal-hal lain. Torrent atau Mangdu menjadi tempat utama saat membutuhkan software-software tertentu dan bisa jadi malah ngga nemu atau terlalu lama disedot lewat torrent. Di tempat baru ini, ternyata software-software yang selama ini kami idam-idamkan (hampir) ada semua di depan mata. Kalau pun kami membutuhkan yang lain, perusahaan dengan senang hati support dan menganggarkannya. Maklum, satu dari pimpinan di sini memang techie dan Mac user berat. 

Sekarang, Gue dan Yoswar (salah satu 'timnas' di Al Watan TV) bekerja dalam 1 project yang sama. Induk file-nya sendiri dari di Final Cut Pro Studio 2, dan kami memisahkan masing-masing footage sesuai penugasannya, gue di Motion dan Yoswar di Color. Jelas kami berdua harus belajar lagi untuk bisa menguasai 2 pro apps dari Apple tersebut, karena selama di Indonesia kami jarang menyentuh pro apps Apple. Untungnya atasan kami memberi keleluasaan kepada kami untuk bekerja sambil belajar. "It's between you and your tools. Just like husband and wife. Choose it. Learn it. Love it. Live with it," gitu katanya ke gue suatu hari. "Choose your tools wisely. Because it's pricey. As pricey as your final art work," tambahnya sambil cengengesan.

It's about time. Better place. Better tools. Let's get move on to the Pro Apps.

Wednesday, August 29, 2007

HappiLife Ever After


Today, Ahmad is doing the-first again. He's coming to our room and sez, "Look! I got the one that you're looking for!" He's holding the original copy of iLife '08 box in his hand. "Pinot! Stop downloadin it from torrent! And you don't have to wait till this iLife arrives in Kuwait! Install this in your MacBook!"

Holding an original copy of Apple software in your hand means a lot of things. You have to pay for it and gains your sense-of-belonging of the software and the company itself. It's just like transferred the Apple's aura of innovation and creativity inside you. And... mmm.. nevermind. Let's install it.

Monday, August 27, 2007

iLife '08 : iWeb

Ngga banyak yang pengen dibahas tentang iApps bawaan iLife '08 ini. Tapi sebagai non-web-designer, iApps satu ini sungguh menjadi penolong gue untuk ngoprek-ngoprek website tanpa harus banyak bersentuhan dengan belantara hutan HTML. And it works seamlessly with .Mac (d'oh!)

Photobucket - Video and Image Hosting
HTML Snippet to the rescue

Walau begitu, kebutuhan untuk sedikit memberi bumbu HTML code - seperti menambah source dari website lain : embeded YouTube movie, shoutbox, counter atau RSS - dalam website tetap ada, dan sayangnya tidak bisa dilakukan dengan iWeb lama. Setiap saat hendak menambah HTML code, terpaksa diutak atik dulu di software lain sebelum dipublish. Untunglah iWeb '08 memberi feature tambahan yang cukup penting buat gue : HTML Snippet. Dengan feature ini, kita bisa menambahkan HTML code dalam website. Seperti yang gue lakukan dengan menambahkan tampilan feeds dari Blogger (melalui FeedBurner). 

Feature lainnya seperti penambahan fungsi "Comment" pada blog, Google Maps, Google Ad, Enhanced Photo Pages belum sempat diutak-atik. Yang penting ada HTML Snippet dan template-template baru

Friday, August 24, 2007

iLife '08 : iPhoto

Photobucket - Video and Image Hosting
Ngga sabar nunggu iLife '08 dijual di Apple store Kuwait, akhirnya terpaksa download secara underground versi petani-nya. Kebelet jajal 2 iApps yang jadi unggulan yaitu iPhoto & iWeb

Untuk iPhoto-nya, gue ingin icip-icip feature keyword-nya yang katanya lebih mudah dan advance. Versi iPhoto sebelumnya, untuk organize keyword agak ribet dan merepotkan buat gue. 2 plug-in third party jadi andalan, seperti Keyword Assistant (http://homepage.mac.com/kenferry/software.html) atau Keyword Manager (http://www.bullstorm.se/KeywordManager.php) dengan interface-nya yang user-friendly.

Saat pertama kali buka, iPhoto memerintahkan kita untuk upgrade iPhoto Library. Setelah proses upgrade selesai dan masuk ke dalam iPhoto, gue agak bingung dengan setup keyword-nya. Yang biasanya nongkrong di preferences, kok sekarang tidak ada. Begitu pula saat Get Info (command-I) dari sebuah foto, biasanya di sebelah kiri sidebar muncul panel keyword, di iPhoto '08 juga absen. 

Photobucket - Video and Image Hosting Photobucket - Video and Image Hosting
(click to enlarge)

Ternyata, setup keyword dipindahkan dari preferences ke menu bar "Window". Setelah window keyword terbuka, di dalamnya terdapat 2 panel (Quick Group & Keywords) dan tombol "Edit Keywords" untuk menambah mengurangi keyword yang kita butuhkan. Cool! 
Dan feature pencarian foto dengan keyword tersedia di bawah tool-bar, lengkap dengan pencarian tanggal, rating, title dan description. Woohoooo!!
Walau begitu, terdapat beberapa kesalahan keyword dari foto-foto yang diupgrade dari versi sebelumnya. Sehingga gue harus re-entry keyword untuk beberapa foto yang keywordnya salah.
Akhirnya semua harapan gue tentang well-organized keyword tercapai sudah! Ada shortcut assignment & quick keyword editing dalam satu panel. Soooo much easier!

Selain enhancement feature keyword, ada beberapa feature baru dari iPhoto '08 ini, seperti Event, yang memudahkan kita untuk organize koleksi foto kita berdasarkan event tertentu seperti kawinan, sunatan, 17 Agustus-an etc. Selain itu juga ada feature Compare, Crop dan Highlight Shadow, seperti layaknya editing foto di Aperture.

Penyempurnaan keyword di iPhoto versi ini sudah cukup bagi gue. Jika tiba saatnya iLife '08 tersedia di Kuwait, it's a must-buy item next month! Dengan US$ 79, produk Apple ini layak dimiliki original copy-nya :D

Thursday, August 23, 2007

Nike Epic



I've seen a Nike Epic commercial in YouTube and this backpack become a must-have item for me ever since. Today Ahmad Al Najdi (friend at the office) got it first and show me the special edition version. This lucky bastard got this Nike Epic backpack for KD 49 (Rp 1,5 juta). Dang! This thing is so cool! And, yes, it fits with my MacBook *wink*

Saturday, August 18, 2007

Mardhika Indonesia!



17 Agustus di negeri orang. Ngga bawa bendera Merah Putih, cukup diwakilkan dengan MacBook putih dengan casing Speck warna Merah (dicopot setengah) dan berlatar belakang Kuwait Liberation Tower.

Monday, August 13, 2007

MacBook si Temen Bobok

Sungguh setia si MacBook ini. Rasanya ngga bisa lepas sedetik pun dengannya. Dari urusan komunikasi dengan keluarga Neverland, blogging, browsing, photo & video library semua digeber dalam MacBook generasi pertama ini. Thanks to iLife '06 dengan great iApps-nya (iPhoto, iWeb, iTunes etc). Ngga sabar mau beli iLife '08 yang katanya akan tiba di Kuwait dalam waktu 2 minggu ini.



Termasuk urusan tidur. MacBook dan iPhoto menemani tidur gue. Sebelum merem, slideshow sudah disiapkan lengkap dengan background lagu-lagu favorit keluarga Neverland.

Oh ya. Tidak lupa terima kasih sebesar-besarnya kepada Acho yang sudah bersedia melego MacBook ini ke gue saat sebelum berangkat ke Kuwait :)

Thursday, August 02, 2007

Digital Craft



Kerja di kantor baru ini, pekerjaan menuntut kami untuk mengerahkan segala kemampuan dan skill. Sebagai motion graphic designer, gue ngga cuma melulu ngoprek dan update perkembangan teknologi, terutama yang menyangkut digital art. Thanks to my boss, Bader, yang encourage (dan menuntut) kami untuk bekerja sesuai kemampuan dan kekuatan masing-masing, gue mencoba untuk membuat style hand-drawing & hand-painting pada sebuah opening program untuk wanita. Walau ujung-ujungnya compositing di Adobe AfterEffects atau Apple Motion, proses kerjanya diawali dengan kerjaan tangan seperti painting dan sketching.


Lightbox seharga US$ 599. Saatnya minta beli Wacom Cyntix :D

Bahkan kalau perlu, pencil tracing dilakukan di atas permukaan Cinema Display, yang berfungsi sebagai layaknya light-box.

Setelah painting, eksperimen watercolor style dilakukan di AfterEffect, menggunakan mesh-warp distortion effect feature. Sehingga menimbulkan efek cat air yang smearing blending dengan air.

Digital and craft at last, done with my hand and my Mac!

Update August 20, 2007
Due to the company policy, I have to delete the project images before on air.